Image

Pelaksanaan Muscab Kwarcab Pramuka Polewali Mandar.

Dinamika Warnai Muscab Pramuka Polman

Kwarda Sulbar Ajak Semua Pihak Hormati Mekanisme Organisasi

MARAYA.NEWS,- Musyawarah Cabang (Muscab) Gerakan Pramuka Polewali Mandar (Polman) telah tuntas pada Kamis (09/07/2026).

Kegiatan sempat diwarnai beragam dinamika. Berbagai opini, komentar, hingga narasi mengenai jalannya Muscab juga ramai berseliweran di media sosial. Namun, Muscab ini tetap berjalan sesuai ketentuan organisasi.

Ketua Bidang Organisasi dan Hukum Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Sulawesi Barat, Surakhmat, mengajak seluruh keluarga besar Gerakan Pramuka untuk tetap menjaga kondusivitas organisasi serta mengedepankan mekanisme yang telah diatur dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Gerakan Pramuka.

Dijelaskan bahwa Muscab di Polman harus dipahami secara utuh, yakni sebagai langkah konstitusional untuk mengakhiri kevakuman organisasi setelah berakhirnya masa bakti kepengurusan sebelumnya.

"Musyawarah Cabang ini bukan sekadar memilih ketua baru. Yang lebih penting adalah menjawab kebuntuan organisasi yang telah berlangsung sejak berakhirnya masa bakti kepengurusan sebelumnya," kata Surakhmat, pada Minggu (10/07/2026).

Diketahui bahwa kepengurusan Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Polman periode 2018–2023 telah berakhir sejak 2023 yang sebelumnya ditetapkan pada 8 April 2019. 

Sesuai mekanisme organisasi, Muscab semestinya telah dilaksanakan oleh kepengurusan yang masa baktinya akan berakhir sebagai bagian dari proses regenerasi kepemimpinan. Namun, hingga masa bakti berakhir bahkan beberapa tahun setelahnya, Muscab tidak kunjung terlaksana sehingga organisasi mengalami kevakuman kepengurusan definitif.

"Kondisi itu tentu jadi gambaran tentang tata kelola yang terjadi. Saya kira kita pahami baik bahwa kondisi itu kita tidak boleh biarkan terus berlangsung. Organisasi membutuhkan kepastian kepemimpinan agar fungsi pembinaan, pelayanan kepada gugus depan, dan pelaksanaan program dapat kembali berjalan," paparnya.

Karena itu, lanjut Surakhmat, Kwartir Daerah mengambil langkah organisasi dengan membentuk kepengurusan karateker untuk memfasilitasi penyelenggaraan Muscab sebagai amanat organisasi.

Ia pun menyampaikan apresiasi kepada jajaran karateker yang dinilai telah menjalankan tugasnya secara profesional dan berpedoman pada ketentuan organisasi.

"Mereka bekerja dalam situasi yang tidak mudah, namun tetap berupaya menyelenggarakan Musyawarah Cabang sesuai dengan Anggaran Dasar, Anggaran Rumah Tangga, petunjuk penyelenggaraan, serta ketentuan organisasi lainnya. Tujuan utamanya bukan untuk kepentingan siapa pun, melainkan mengembalikan roda organisasi agar kembali berjalan secara normal," tutur Surakhmat.

KOMITMEN PERKUAT PEMBINAAN

Surakhmat bersama Ketua Kwarda Pramuka Sulbar, St. Suraidah Suhardi (kiri)

Kwartir Daerah hadir dalam Muscab Pramuka Polman sebagai pembina organisasi sekaligus peninjau untuk memastikan seluruh tahapan berjalan sesuai ketentuan.

Surakhmat menekankan, Kwarda Pramuka Sulbar tak menentukan siapa yang harus terpilih. Namun memastikan proses organisasi berjalan sesuai aturan dan memberikan pembinaan apabila diperlukan. "Adapun siapa yang dipilih menjadi Ketua Kwartir Cabang sepenuhnya merupakan keputusan forum Muscab sesuai tata tertib yang telah disepakati peserta," tegasnya.

Dia juga mengingatkan bahwa setiap organisasi memiliki mekanisme penyelesaian apabila terdapat pihak yang merasa keberatan terhadap jalannya persidangan.

Dikatakan, jika ada pihak menilai terdapat kekeliruan, organisasi menyediakan ruang keberatan. Semua akan dipelajari secara objektif berdasarkan fakta, dokumen, dan ketentuan organisasi. "Jika ada persoalan diselesaikan melalui mekanisme organisasi, bukan saling menyalahkan," imbuh Surakhmat.

Perbedaan pandangan merupakan hal yang lumrah dalam sebuah forum demokrasi organisasi. Namun, perbedaan tersebut tidak boleh menghilangkan semangat persaudaraan.

Surakhmat juga mengajak seluruh peserta Muscab, pengurus kwartir, pembina, pelatih, andalan Gerakan Pramuka agar bijak menyikapi berbagai informasi yang beredar di media sosial.

"Mari kita sama-sama menahan diri untuk tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi. Jika ada persoalan, selesaikan melalui jalur organisasi. Jangan sampai ruang digital justru memperkeruh suasana yang sesungguhnya masih dapat diselesaikan secara baik dan bermartabat," urai Surakhmat.

Dirinya berharap seluruh dinamika bisa menjadi pelajaran bersama, setelah beberapa tahun mengalami kevakuman kepengurusan. "Saatnya kita menatap ke depan. Siapa pun yang telah diputuskan forum sebagai Ketua Kwartir Cabang adalah pemimpin bagi seluruh keluarga besar Gerakan Pramuka Polman," sebutnya.

"Mari kita berikan kesempatan kepada kepengurusan hasil Muscab untuk bekerja dan mengabdikan diri bagi kemajuan organisasi. Energi kita seharusnya diarahkan untuk memperkuat pembinaan generasi muda, karena itulah tujuan utama Gerakan Pramuka," ucap Surakhmat, menambahkan. (***)