Image

Bupati Mamuju Sutinah Suhardi bersama Dandim lakukan peresmian jembatan.

Bupati-Dandim Mamuju Ikuti Peresmian 3.300 Jembatan Garuda dan Fasilitas Air Bersih

MARAYA.NEWS,- Pemkab Mamuju bersama Dandim 1418/Mamuju, Kolonel Inf. Andang Radianto mengikuti peresmian serentak 3.300 Jembatan Garuda dan fasilitas air bersih oleh Presiden Prabowo Subianto melalui konferensi video, pada Kamis (13/08/2026).
Kegiatan peresmian juga berlangsung dari Desa Tadui, Kabupaten Mamuju. Tercatat ada 11 titik pembangunan jembatan dan satu fasilitas air bersih berupa sumur bor yang telah dibangun TNI bersama masyarakat di Mamuju.
"Di tengah efisiensi anggaran yang kami miliki, teman-teman TNI-Polri hadir membantu membangun beberapa jembatan yang sangat urgen dan dibutuhkan masyarakat. Ini adalah bentuk sinergi nyata antara pemerintah daerah dan TNI-Polri," papar Bupati Sutinah.
Dari 11 jembatan yang menjadi target pembangunan, 10 merupakan jembatan gantung dan satu jembatan Aramco. Sebanyak sembilan jembatan telah rampung 100 persen, sementara dua lainnya masih dalam proses pengerjaan.
Dandim Mamuju mengatakan pembangunan dilakukan secara bertahap dengan mengacu pada standar teknis sipil dari Pusat Zeni Angkatan Darat (Pusziad). "Sesuai arahan Bapak Presiden, tujuannya agar tidak ada lagi anak-anak kita yang harus basah saat pergi ke sekolah," ungkap Kolonel Andang.
Selain pembangunan jembatan, fasilitas air bersih melalui sumur bor juga telah rampung dan dipusatkan di Desa Tadui. Pembangunan ini dilakukan untuk menjawab kebutuhan warga yang selama ini mengalami keterbatasan akses air bersih.
Pemkab Mamuju sendiri telah menginventarisasi sekitar 56 titik usulan jembatan yang membutuhkan pembangunan atau perbaikan. Jumlah tersebut masih berpotensi bertambah sesuai skala prioritas dan kebutuhan masyarakat di lapangan.
Sutinah berharap dukungan pemerintah pusat dan TNI terhadap pembangunan infrastruktur di Mamuju dapat terus berlanjut. Ia juga meminta masyarakat ikut menjaga dan merawat jembatan yang telah dibangun.
Pembangunan tersebut bukan hanya menyangkut infrastruktur fisik, tetapi juga membuka akses masyarakat terhadap pendidikan, ekonomi, pelayanan dasar, dan mobilitas antarkawasan. (min)