Image

Pemprov Sulbar berharap dukungan CSR untuk PELITA Sulbar

Program Pelita Sulbar Butuh Partisipasi Dunia Usaha

MARAYA.NEWS,- Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Sulawesi Barat menggelar sosialisasi program PELITA Sulbar (Pemberdayaan Listrik Terintegrasi Sulawesi Barat) kepada para pelaku usaha di sektor Minyak dan Gas Bumi (Migas) wilayah Sulbar. Berlangsung melalui konferensi video Zoom, pada Jumat (25/09/2026).

Kepala Bidang Ketenagalistrikan Dinas ESDM Sulbar, Qamaruddin Kamil menyampaikan bahwa program PELITA Sulbar merupakan salah satu program Pemprov Sulbar untuk memperluas akses listrik bagi masyarakat kurang mampu, khususnya rumah tangga miskin dan keluarga yang terdampak stunting.

Program ini menggandeng para pelaku usaha untuk pendanaan CSR dan pelaksanaan program tersebut, lantaran keterbatasan anggaran pemerintah daerah menjadi tantangan utama dalam mempercepat pemerataan akses listrik di Sulbar. 

Saat ini masih terdapat sekitar 36.000 kepala keluarga di Sulawesi Barat yang belum memiliki sambungan listrik PLN secara mandiri. "Diperlukan keterlibatan aktif dari berbagai pihak, termasuk dunia usaha, untuk bersama-sama memberikan kontribusi melalui skema tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR)," papar Qamaruddin.

Agenda ini dihadiri Sales Branch Manager PT. Pertamina untuk wilayah Sulawesi Barat, serta para Direktur perusahaan SPBU, Agen LPG, dan Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) di wilayah Sulbar yang tergabung dalam organisasi Hiswana Migas Sulbar. "Kami mengajak seluruh perusahaan dan pelaku usaha, khususnya di sektor Migas, untuk berpartisipasi aktif dalam Program PELITA Sulbar. Bantuan yang diberikan dapat berupa penyambungan listrik gratis bagi masyarakat yang benar-benar membutuhkan," harap Qamaruddin.

Dijelaskan, Dinas ESDM Sulbar akan berperan sebagai koordinator program, mulai dari tahap perencanaan, pelaksanaan, hingga monitoring dan evaluasi. Pemerintah daerah akan membuka ruang partisipasi bagi dunia usaha melalui skema gotong royong untuk membantu masyarakat yang belum menikmati listrik.

Diharapkan melalui sosialisasi ini, para pelaku usaha di sektor Migas dapat berkontribusi secara nyata dalam mendukung percepatan rasio elektrifikasi dan pengentasan kemiskinan di Sulbar. (min)