BPBD Sulbar Ungkap Potensi Anomali Cuaca Hingga Awal Tahun Depan.
BPBD Sulbar Ungkap Potensi Anomali Cuaca Hingga Awal Tahun Depan
MARAYA.NEWS,- Sebagian besar wilayah Sulawesi Barat diprediksi akan memasuki musim penghujan pada bulan November-Desember 2026. Puncaknya diprediksi bertahap.
Pihak Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis bahwa sebagian besar wilayah Sulbar akan mengalami puncak musim hujan pada Desember mendatang. Wilayah bagian selatan diprediksi mengalami puncak musim hujan pada Februari 2027.
Prediksi pergeseran dan puncak musim hujan ini mencakup seluruh kabupaten di Provinsi Sulawesi Barat. Wilayah Sulbar bagian selatan mendapat perhatian khusus pada Februari 2027 seiring potensi akumulasi curah hujan tinggi.
Karena awal musim hujan yang datang lebih lambat (mundur) dan durasi musim hujan yang lebih pendek, wilayah Sulbar masih berisiko mengalami kekeringan serta kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sepanjang bulan Oktober 2026.
Selain itu, saat memasuki periode puncak musim hujan, timbul potensi curah hujan berintensitas tinggi hingga sangat tinggi yang memicu bencana hidrometeorologi basah seperti banjir dan tanah longsor.
Olehnya, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulbar mengimbau seluruh pihak untuk mengambil langkah responsif. Yakni, kesiapsiagaan bencana. Tetap waspada terhadap ancaman kekeringan pada Oktober 2026. Mengoptimalkan pembersihan sistem drainase serta menyiapkan jalur dan fasilitas evakuasi guna mengantisipasi banjir dan longsor menjelang puncak musim hujan.
Kemudian untuk sektor pangan & pertanian, para petani diimbau menyesuaikan jadwal tanam dan memilih varietas tanaman berumur pendek. "Sektor Sumber Daya Air & Lingkungan, dengan memaksimalkan penampungan air hujan, pengelolaan drainase berkelanjutan, serta memantau kebersihan lingkungan guna mencegah lonjakan kasus penyakit pasca-banjir seperti Demam Berdarah Dengue," terang Kalaksa BPBD Sulbar, Muhammad Yasir Fattah, dalam keterangannya, Rabu.
Dia juga menegaskan agar Pusdalops BPBD Sulbar senantiasa memantau perkembangan cuaca secara real-time melalui kanal resmi BMKG dan segera berkoordinasi dengan pihak kabupaten/kota jika terjadi kondisi darurat. (min)

Comments