Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka (SDK)
Gubernur SDK dan Manager PT. PLN Bahas Pembangunan Infrastruktur Kelistrikan
MARAYA.NEWS,- Gubernur Provinsi Sulawesi Barat, Suhardi Duka (SDK) menegaskan, pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan merupakan fondasi utama dalam Panca Daya, khususnya pilar pengentasan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Disampaikan dalam pertemuan dengan Manager PT. PLN Unit Pelaksana Proyek Ketenagalistrikan (UP2K) Sulbar, Heryanto Sampealang, di ruang kerja gubernur, pada Kamis (08/10/2026).
Pertemuan membahas rencana pembangunan Listrik Desa (Lisdes) di Sulbar yang pada 2026 menargetkan 84 lokasi pembangunan jaringan di berbagai kabupaten.
Rasio elektrifikasi PLN di Sulbar saat ini masih 90,94 persen, terendah di kawasan Sulawesi. Olehnya, Gubernur meminta seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait untuk bersinergi mendukung percepatan pembangunan Lisdes.
SDK juga memberikan perhatian khusus terhadap kekurangan daya listrik di Pulau Karampuang, Mamuju, yang selama ini dikeluhkan warga setempat, agar segera dicarikan solusi melalui peningkatan kapasitas pembangkit dan jaringan.
Manager PT. PLN UP2K Sulbar, menyampaikan bahwa dari 84 lokasi, empat diantaranya merupakan desa baru yang sama sekali belum memiliki jaringan listrik PLN, yakni Desa Ulumambi dan Sikamase di Kecamatan Bambang, Desa Pangandaran di Kecamatan Tabulahan, Kabupaten Mamasa, serta Desa Siraun di Kecamatan Kalumpang, Kabupaten Mamuju. Sisanya merupakan desa-desa lama yang masih memiliki dusun-dusun tanpa akses listrik PLN.
HAMBATAN LAPANGAN
Adapun hambatan krusial dalam pelaksanaan Lisdes di Sulbar; Pertama, kondisi akses jalan menuju lokasi pembangunan yang sebagian besar rusak dan ekstrem, sehingga menyulitkan distribusi material jaringan listrik ke lokasi terpencil;
Kedua, sejumlah jalur jaringan listrik melewati kawasan hutan lindung, yang memerlukan proses perizinan panjang dari Kementerian Kehutanan. "Kami membutuhkan dukungan Gubernur dan Bupati melalui Dinas PUPR dan DLHK untuk memperlancar distribusi material serta membantu percepatan perizinan melintasi kawasan hutan," ungkap Heryanto.
Pertemuan juga membahas rencana pembangunan PLTS Super Sun di sejumlah pulau di Kecamatan Balabalakang, Kabupaten Mamuju.
Wilayah kepulauan ini menjadi perhatian khusus mengingat posisinya yang strategis dan berdekatan dengan Ibu Kota Nusantara (IKN).
PLTS Super Sun direncanakan akan dipasang di pulau-pulau yang masih bergantung pada pembangkit listrik tenaga surya dengan kapasitas terbatas.
Kepulauan Balabalakang yang berpenduduk sekitar 2.802 jiwa menjadi prioritas elektrifikasi dengan memanfaatkan potensi energi surya yang melimpah.
PENGUATAN KOORDINASI
Turut hadir, Pejabat Fungsional Ketenagalistrikan Dinas ESDM Sulbar, Farid Asyhadi dan Marwazi Abdullah.
Kepala Dinas ESDM Sulbar, Bujaeramy Hassan, menambahkan pihaknya akan terus berkoordinasi dengan PLN dan pemerintah kabupaten untuk mengatasi berbagai kendala di lapangan.
“Melalui program Listrik Desa dan bantuan penyambungan listrik rumah tangga miskin, diharapkan target penurunan angka kemiskinan dan peningkatan kualitas hidup masyarakat dapat tercapai,” tegas Bujaeramy.
Kepala Bidang Ketenagalistrikan Dinas ESDM Sulbar, Qamaruddin Kamil menjelaskan tentang program PELITA Sulbar yang menjadi salah satu program daerah dalam mendorong percepatan akses listrik bagi masyarakat, dengan mendorong pendanaan dari CSR pelaku usaha di daerah.
Pertemuan ini menghasilkan kesepakatan untuk meningkatkan koordinasi lintas sektor dalam percepatan pembangunan Listrik Desa.
Termasuk penyusunan langkah strategis mengatasi kendala akses jalan dan perizinan kawasan hutan, serta memastikan penanganan kebutuhan listrik di wilayah kepulauan seperti Pulau Karampuang dan Kepulauan Balabalakang dapat berjalan sesuai rencana. (min)

Comments