Image

Debat publik pertama Pilkada Mamuju 2024.

Pilkada Serentak Tahun 2024

Adu Program di Debat Publik Pertama Pilkada Mamuju

MARAYA.NEWS,- KPU (Komisi Pemilihan Umum) Kabupaten Mamuju menggelar debat publik perdana calon Bupati dan Wakil Bupati Mamuju 2024, pada Sabtu (02/11/2024) di Hotel Maleo Mamuju.

Dalam debat ini, dua kandidat menguraikan visi misinya, diawali nomor urut 1 Sutinah Suhardi-Yuki Permana, kemudian Pasangan nomor urut 2 Ado Masud-H. Damris yang dipandu oleh moderator Imelda Adhiyanti yang merupakan salah satu pegawai di Pemprov Sulawesi Barat.

“Sektor kesehatan di Mamuju sudah meraih Universal Health Coverage (UHC) yang artinya 90 persen masyarakat Mamuju sudah tercover BPJS. Apabila kami (Tina-Yuki) diberikan kesempatan kembali maka kita akan melanjutkan program kesehatan gratis tersebut,” terang Sutinah yang juga petahana.

Pada sektor pendidikan, Sutinah mengaku menggelontorkan anggaran 33 persen lebih di tahun 2024 yang berdampak pada Indekes Pembangunan Manusia (IPM) Mamuju, menempati urutan kedua tertinggi di antara seluruh kabupaten se Sulawesi Barat.

Selanjutnya tingkat kemiskinan, mengalami penurunan dari tahun ke tahun. Sekarang 7,15 persen dan menempatkan Kabupaten Mamuju urutan terendah di antara Kabupaten di Sulbar. “Inflasi juga terkendali dan Mamuju juga menempati 10 besar daerah Indonesia yang Inflasinya bisa terkendali,” terangnya.

Oleh karena itu, Sutinah-Yuki kembali mengusung Visi-Misi Mamuju Keren untuk periode selanjutnya jika terpilih sebagai Bupati Mamuju periode 2024-2029.

Di lain sisi, duet Ado-Damris juga menyampaikan Visi-Misi yakni dengan Tagline Mamuju Baru 2024. Mamuju Baru ini hadir sebagai solusi atas persoalan yang dihadapi selama ini.

Cabup Ado menguraikan bahwa konsep Mamuju Baru adalah pengelolaan pemerintahan partisipatif dan melayani, pola kepemimpinan di lapangan. “Kami komitmen jika diberi kepercayaan, maka 90 persen ada di lapangan untuk melihat langsung kondisi rakyat,” terangnya.

Dia melanjutkan, bahwa pola pelayanan pemerintahan tidak akan menggunakan kartu-kartu. Dan tak kalah pentingnya, pihaknya menjamin pemerintahan yang tidak diskriminatif atau membeda-bedakan.

Dikatakan, infrastruktur jalan dari kota hingga desa masih banyak yang tidak memadai. “Kabupaten Mamuju dari segi infrastruktur jalan, jembatan, drainase, belum maksimal. Hampir tiap tahun kita mengalami banjir hingga pengelolaan sampah kurang maksimal kita lakukan selama ini,” ungkap Ado.

Karena itu menurutnya, masyarakat membutuhkan Mamuju Baru untuk hadir akan menyelesaikan persoalan-persoalan yang ada di Ibu Kota Provinsi Sulawesi Barat ini. “Saat kami berkunjung ke desa-desa masih banyak petani sulit mendapatkan pupuk. Berapa desa juga belum bisa diakses kendaraan roda empat,” ungkap Ado Masud. (min)