Image

Pemutaran Film dan Talkshow Bertajuk Layar Pancasila.

Pitu Sinema Gelar Pemutaran Film dan Talkshow Bertajuk Layar Pancasila

MARAYA.NEWS,- Pemutaran Film dan Talkshow bertajuk 'Layar Pancasila' menggema di gedung Perpustakaan Provinsi Sulawesi Barat, di Mamuju, pada (19/12/2024).

Kegiatan ini digarap oleh Komunitas Film Pitu Sinema dan menghadirkan para pelajar dan mahasiswa di Ibu Kota Sulbar. 

Ada dua film yang ditayangkan dalam agenda ini. Keduanya kaya akan karakter kepancasilaan. Yakni, “Janji Siswa” karya Tujuh Langit Studio berjudul; dan “Kita Beda” karya Maerre’ Films.

Pemutaran dan Talkshow menghadirkan sejumlah pembicara, Aswad Atjo sebagai Co. Founder Pitu Sinema, Haeril Amri Ketua Karang Taruna dan Yurlin Tamba, Koordinator Satgas PPA (Perlindungan Perempuan dan Anak) Provinsi Sulawesi Barat.

"Kemendikbud telah membentuk TPPK pada setiap lembaga pendidikan untuk menangani kasus-kasus kekerasan seperti pada Film Janji Siswa," ujar Yurlin, usai pemutaran Film Janji Siswa.

Dia menerangkan, film ini telah menampilkan bagaimana orang tua dan guru yang terkesan tidak peka terhadap situasi batin peserta didik

“Menurut kacamata saya, kekerasan itu dimulai ketika anak yang tadinya ceria, tiba-tiba menjadi slow respon, misalnya. sebenarnya itu adalah sinyal yang sudah harus dibaca oleh orang tua. orang tua sudah harus bertanya. Tidakkah terjadi sesuatu di sekolah ?," urai Yurliln.

Moderator diskusi, Ayu Nurfika juga mengurai kesepakatan tentang pentingnya eksistensi orang tua terhadap perubahan-perubahan kebiasaan pada anak.

Sementara dalam diskusi Film "Kita Beda", Ketua Karang Taruna, Haeril menerangkan bahwa karya sineas lokal tersebut memberikan gambaran akan pentingnya merawat harmonisasi di Sulawesi Barat yang telah terbangun dengan baik.

"Jadi memang, ada pengalaman historis di Sulawesi Barat yang mengajarkan kita tentang persatuan dari keberagaman. Ingatan-ingatan semacam itulah yang bisa menjadi referensi kita, tentang bagaimana cara kita mempersepsikan persatuan," papar Haeril Amri.

Perwakilan Komunitas Pitu Sinema, Aswad Atjo turut memberikan tanggapan-tanggapan maupun pemaparan terkait dua film yang telah ditayangkan.

Pihaknya tak lupa berterima kasih kepada para pihak yang telah berkontribusi dalam gelaran "Layar Pancasila". Utamanya para narasumber dan peserta.

"Ruang semacam ini adalah untuk mengeksplorasi pengetahuan, mengeksplorasi diri sebagai refleksi untuk kehidupan berbangsa dan bernegara," ungkap  Aswad Atjo.

Moderator Ayu Nurfika kemudian menutup acara sekaligus mengajak semua peserta untuk mengabadikan momen kebersamaan di Gedung Perpustakaan Provinsi Sulawesi Barat. (min)