Maming dan Koleksi Komunitas Pusaka Mandar Saloghang
Komunitas Pusaka Mandar Saloghang Majene Pamerkan Koleksi Parang di Buttu Cipping
MARAYA.NEWS,- Pemeran pusaka dengan beragam jenis senjata warisan budaya daerah mewarnai Festival Keris dan Badik Kamardikan 2025 di Museum dan Taman Budaya Buttu Cipping, Kabupaten Polewali Mandar.
Diantaranya ada beberapa bilah senjata panjang yang dipamerkan oleh Komunitas Pusaka Mandar Saloghang. Diantaranya, Kondobulo Mandar, Kondobulo Toraja, Pusaka dari Pamoseang Ulu Salu, dan pedang peninggalan penjajah.
Maming Saloghang, Ketua Komunitas Pusaka Mandar Saloghang menyampaikan bahwa dalam pameran kali ini, pihaknya sengaja mebawa pusaka jenis parang.
"Kalau untuk badik dan keris itu sudah kami ikutkan pada pameran sebelumnya di Kabupaten Mamuju. Sekarang ini semuanya jenis parang dengan berbagai jenis pamor, yang menunjukkan tingginya kualitas tempaan para pendahulu kita," terangnya usai menghadiri pengumuman pemenang karya para Pande atau pengrajin besi lokal, Minggu.
Maming yang masih terdaftar sebagai Mahasiswa Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar) itu mengaku tertarik pada dunia pusaka sejak masih anak-anak.

Ia mengikuti jejak sang Ayah, Safri Sarbin yang juga terkenal sebagai maestro di dunia pusaka Mandar dan Sulawesi pada umumnya, hingga mendirikan Komunitas Pusaka Mandar Saloghang Majene.
"Jika kita mendalami maka akan banyak informasi bisa kita gali dari sebuah sossorang atau pusaka peninggalan pendahulu kita. Karena itu, sudah seharusnya kita semua ikut melestarikan warisan tersebut," terangnya.
Pihaknya berharap agenda-agenda pelestarian budaya daerah bisa terus dilaksanakan secara intensif oleh pemerintah daerah agar budaya Mandar dan Sulawesi Barat bisa terus terjaga.
Festival Keris dan Badik Kamardikan yang dirangkai pameran UMKM dan Batu Ngalo, akan berlangsung sampai tanggal 6 Agustus 2025. Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Wakil Gubernur Sulbar, Mayjend (Purn) TNI Salim S. Mengga pada 1 Agustus lalu. (min)

Comments