Kepala TBM Ika Listyani bersama peserta pameran seni lukis.
Pameran Seni TBM Buttu Cipping Gairahkan Seniman Sulbar
MARAYA.NEWS,- Taman Budaya dan Museum (TBM) Buttu Cipping, Sulawesi Barat baru saja menuntaskan pameran lukis Annual Art Mammesa; "Differance Sakkaq manarang". Menyajikan beragam seni kontemporer karya pelukis lokal sulawesi barat.
Merangkul puluhan seniman dari kalangan pelajar hingga umum untuk menampilkan karya-karya terbaik mereka dari segala gendre mulai dari lukisan manual, lukisan digital dan gambar tiga dimensi serta karya visual berbentuk berupa patung.
Salah satu peserta, Qhaizy Saloghang mengaku senang sekaligus bangga menjadi bagian dari pameran karya seni yang menurutnya sangat jarang dilaksanakan di Sulbar.
Ia pun mengaku termotivasi untuk terus berkarya dan mengembangkan diri dalam seni lukis. "Alhamdulillah ada perhatian dari pemerintah daerah kita dengan terlaksananya pameran lukisan ini," ujarnya, pada Selasa malam, (12/08/2025).

Demikian pula diutarakan Dudhe dari Galeri Seni D & N art Majene. Menurutnya, pameran di Buttu Cipping sekaligus menjadi tantangan bagi para seniman Sulbar untuk lebih memacu diri dalam berkarya.
Olehnya, dia berharap agenda serupa bisa berkesinambungan dan menjadi salah satu program unggulan TBM Buttu Cipping sebagai bentuk apresiasi terhadap kehadiran para pegiat seni Sulbar.
"Terus terang ini pameran sangat membantu kita dalam mengkampanyekan dunia seni lukis. Apalagi kita di daerah juga punya banyak potensi yang memang butuh wadah, seperti pameran ini," ucap Dudhe.
Puluhan karya ditampilkan dalam pameran seni rupa Annual Art Mammesa yang terbuka untuk umum dan bisa dimiliki secara pribadi dengan membeli karya tersebut. Lebih dari itu, ajang ini juga telah menjelma jadi sarana silaturahmi para seniman.
Ika Lisrayani selaku kepala UPTD (Unit Pelaksana Teknis Dinas) TBM Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Daerah Provinsi Sulawesi Barat berharap kegiatan ini bisa menumbuhkan dunia seni rupa di Bumi Malaqbi.
Dia pun berharap kedepan, seluruh kepala UPTD SMA sederajat untuk bisa mengarahkan siswa siswinya dalam setiap kegiatan pameran seni rupa di daerah ini. "Pameran ini juga merupakan sarana edukasi yang menarik untuk anak anak kita" ujar ika lisrayani.
Pihaknya juga menaruh harapan agar para pelajar daerah yang punya potensi seni bisa terus mengembangkan diri, dan ikut berkontribusi mengisi Galeri Marasa di TBM Sulbar.

TBM Buttu Cipping Sulbar berlokasi di Desa Batulaya, Kecamatan Tinambung, Kabupaten Polewali Mandar (Mandar). Selama ini disiapkan sebagai arena pelestarian khasanah budaya lokal.
Adapun Annual Art Mammesa yang bergulir pada 9 hingga 11 Agustus 2025 di TBM Buttu Cipping adalah kali kedua. Sebelumnya, agenda serupa dilaksanakan di lokasi yang sama pada 2024, lalu.
Ridhai Ahmad Salah satu Kurator Annual Art Mammesa memandang kegiatan tahunan ini sangat spesial karena mendatangkan seniman dari Cemeti Institut Pusat Kesenian Independen dari Djogjakarta yang sudah dikenal dunia.
"Kita berharap juga hadirnya Cemeti menjadi jembatan Internasionalisasi bagi TBM" ujar Ridhai yang juga penggerak seni kontemporer di Mandar sulawesi Barat.

Pameran seni kontemporer seringkali menampilkan karya-karya yang memiliki konsep yang kuat dan eksekusi yang baik, sehingga memberikan pengalaman yang kaya bagi audiens.
"Kegiatan ini dapat lebih dikembangkan dengan penambahan kuratorial yang lebih baik, sehingga karya-karya seni dapat ditampilkan dengan lebih efektif dan lebih menarik lagi," ungkap Ridhai. (min)

Comments