Gubernur Sulbar, Suhardi Duka Serahkan Hibah Rp100 Juta untuk Institut Hasan Sulur.
Institut Hasan Sulur Polman Dapat Suntikan Rp 100 Juta dari Pemprov Sulbar
MARAYA.NEWS,- Gubernur Provinsi Sulawesi Barat, Suhardi Duka (SDK), menyerahkan dana hibah sebesar Rp100 juta kepada Institut Hasan Sulur (IHS), pada Jumat (24/10/2025).
Penyerahan dilakukan secara simbolis oleh SDK kepada Rektor IHS, Agusnia Hasan Sulur, disaksikan jajaran civitas akademika, Anggota DPRD Sulbar Samsul Samad, serta sejumlah pimpinan OPD lingkup Pemprov Sulbar.
Gubernur mengatakan, bantuan tersebut merupakan bentuk dukungan pemerintah dalam mendorong proses belajar mengajar di lembaga pendidikan swasta. "Yang dibutuhkan di sini besar, tapi yang mampu kita bantu hanya Rp100 juta. Itulah bentuk keterlibatan pemerintah dalam mendukung perbaikan dan pertumbuhan sekolah swasta. Semoga digunakan dengan sungguh-sungguh,” terang SDK.
Sementara itu, Rektor IHS Agusnia Hasan Sulur menyampaikan, dana hibah tersebut akan dimanfaatkan untuk pembangunan gedung laboratorium kampus. “Kita akan gunakan untuk ruangan laboratorium agar bisa melengkapi fasilitas yang ada,” sebutnya.
PENDIDIKAN DAN DUNIA KERJA
Dalam momen ini, Gubernur Suhardi Duka juga menyempatkan menyampaikan pemaparan terkait pentingnya pendidikan sesuai kebutuhan dunia kerja.

Gubernur mengulas perjalanan panjang pendidikan nasional yang terus beradaptasi dengan tantangan zaman. Ia menyebut, sejak masa awal kemerdekaan hingga 1970-an, fokus pemerintah adalah memberantas buta huruf. "Setelah itu, sekitar tahun 1970 sampai 1980, pemerintah mulai menggalakkan pendidikan dasar. Muncullah banyak sekolah Inpres agar anak-anak bisa mengenyam pendidikan minimal di tingkat SD,” terangnya.
Pada periode 1980-an hingga awal 2000, pemerintah kembali mengembangkan kebijakan wajib belajar 12 tahun. Namun, SDK menilai, tantangan saat ini bukan lagi sekadar soal wajib belajar, melainkan bagaimana pendidikan mampu menjawab kebutuhan dunia kerja.
"Sekarang bukan lagi soal melek huruf atau wajib belajar. Tantangan kita adalah bagaimana pendidikan bisa link and match dengan pasar kerja. Banyak lulusan sekolah atau kampus yang akhirnya menganggur karena tidak sesuai dengan kebutuhan industri,” tegas SDK.
SDK juga menyoroti pentingnya penguatan sekolah kejuruan seperti SMK agar menghasilkan tenaga siap pakai. Ia menilai, dunia pendidikan harus berorientasi pada keterampilan dan kebutuhan lapangan kerja. Dia pun mendorong keterlibatan lebih luas dari pihak swasta dalam penyelenggaraan pendidikan. Kolaborasi pemerintah dan swasta dapat mempercepat peningkatan kualitas sumber daya manusia. (min)

Comments