Image

Rapat Pemprov Sulbar membahas perkembangan SPBE.

Indeks SPBE Pemprov Sulbar Meningkat, Sekda Soroti 3 OPD yang Lemah

MARAYA.NEWS,- Plt Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian dan Statistik (Kominfopers) Provinsi Sulawesi Barat, Muhammad Ridwan Djafar, menyampaikan apresiasi atas hasil final penilaian Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) 2025 yang telah dirilis. 

Menurutnya, capaian SPBE Sulbar tahun ini mengalami peningkatan setelah melalui finalisasi. "Tadi sudah kita laporkan ke Pak Sekda, capaian SPBE 2025 kita mengalami kenaikan. Ini menunjukkan bahwa upaya perbaikan yang dilakukan seluruh OPD mulai membuahkan hasil," terang Ridwan. 

Dijelaskan, SPBE perlu menjadi perhatian serius. Sehingga diharapkan OPD, khsusunya yang masih kategori cukup agar lebih mengoptimalkan diri. "SPBE ini menyangkut wajah tata kelola pemerintahan kita. Makin baik implementasinya, makin cepat, efisien, dan akuntabel layanan yang dirasakan masyarakat. Dukungan pimpinan OPD, komitmen ASN, serta kolaborasi lintas sektor menjadi kunci," terang Ridwan.

Ia menekankan, dalam menindaklanjuti arahan Sekda, Diskominfo segera merumuskan dan mematangkan indikator penerapan SPBE 2026. Apalagi, penerapan SPBE ini menjadi atensi Gubernur Sulbar Suhardi Duka melalui kebijakan perhitungan TPP kedepan. Yaitu Penerapan SPBE 30 persen akan menjadi dasar perhitungan TPP pada aspek prestasi kerja. 

Pihaknya akan memberikan pendampingan yang lebih intensif kepada setiap OPD. Mencakup penyusunan arsitektur SPBE, integrasi layanan, hingga pemenuhan dokumen dan standar keamanan informasi. "SPBE bukan hanya urusan teknis digitalisasi, tetapi bagaimana pemerintah hadir lebih responsif, transparan, dan efisien,” tegas Ridwan.

Sekda Sulbar Junda Maulana menyebut ada tiga OPD yang masih pada kategori kurang. Diharapkan OPD tersebut dapat segera menyelesaikan catatan-catatan dari tim. "Ada yang masih kurang, sebenarnya kita sudah beri waktu untuk perbaikan, diharapkan ini menjadi perhatian OPD," terangnya. (min)