Image

Balita Konsumsi Air Keruh, Wagub Sulbar Langsung atensi

Balita Konsumsi Air Keruh, Wagub Sulbar Langsung Turun Tangan

MARAYA.NEWS,- Seorang bayi berusia tiga bulan (3) di Desa Baru, Kecamatan Luyo, Kabupaten Polewali Mandar, yang terpaksa meminum susu bercampur air sumur keruh.

Annisa yang barusia tiga bulan (3) itu hidup dalam keterbatasan sejak ibunya meninggal dunia beberapa waktu lalu. Ia kini diasuh oleh sang nenek yang harus mengandalkan air sumur untuk membuatkan susu formula karena kesulitan ekonomi dan terbatasnya akses air bersih.

Situasi tersebut mendorong Wakil Gubernur Sulbar, Salim S. Mengga, untuk bergerak cepat. Melalui timnya bersama sejumlah relawan, ia menyalurkan bantuan berupa susu bayi, air mineral, dan kebutuhan pokok lainnya, Minggu.

"Saya tidak bisa membayangkan bagaimana bayi sekecil ini harus bertahan dengan kondisi seperti itu. Ini bukan hanya soal bantuan, tetapi soal kemanusiaan. Tidak boleh ada warga yang hidup dalam keadaan seperti ini,” ujar Salim S. Mengga.

Sejumlah relawan turut mengambil peran penting dalam mengomunikasikan kondisi Annisa kepada pemerintah. Salah satu relawan mengungkapkan bahwa laporan mengenai kasus tersebut segera ditindaklanjuti setelah mereka menghubungi pihak Wakil Gubernur.

"Kami menerima informasi kondisi bayi ini dari warga, lalu kami langsung berkoordinasi dan menyampaikan ke Pak Wagub. Syukurnya, responsnya sangat cepat. Bantuan bisa segera turun,” ujar salah satu relawan yang terlibat.

Dinas Sosial Kabupaten Polewali Mandar juga datang ke rumah keluarga Annisa untuk melakukan pendataan dan asesmen awal. Langkah ini dilakukan agar bantuan yang diberikan tidak berhenti pada penyaluran pertama.

Sang nenek tak kuasa menahan haru ketika menceritakan perjuangannya merawat cucu kecil tanpa air bersih dan dengan kondisi ekonomi yang serba terbatas.

"Air bersih jauh. Tidak cukup uang beli galon tiap hari. Saya hanya bisa pakai air sumur. Saya kasihan sekali sama cucu saya, tapi saya tidak punya pilihan,” ujarnya. (min)