Longsor melanda wilayah Kabupaten Mamasa, Sulbar.
Longsor Melanda Kabupaten Mamasa
MARAYA.NEWS,- Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sulawesi Barat melansir kejadian bencana tanah longsor di Dusun Kanang, Desa Hahangan, Kecamatan Aralle, Kabupaten Mamasa, Sulbar, pada Kamis (14/05/2026).
Peristiwa tersebut dipicu tingginya intensitas hujan deras yang mengguyur wilayah itu selama satu hari satu malam. Menyebabkan pergerakan tanah di belakang permukiman warga, sekira pukul 17.30 Wita.
BPBD Sulbar melansir, sebanyak 7 Kepala Keluarga (KK) atau 23 jiwa terdampak. Dari jumlah tersebut, terdapat 3 KK dengan total 7 jiwa yang sementara mengungsi di rumah keluarga terdekat, masing-masing atas nama Darman (46), Haramia (44), Sunarti (29), Takwa Muzammil (6), Azizurah Anggoro (4), Riki Anwar (25), dan Sriwahyuni (24). Tidak terdapat korban meninggal dunia maupun korban luka dalam kejadian ini.
Data sementara mencatat sebanyak 3 unit rumah mengalami rusak berat, 2 unit rusak sedang, dan 2 unit rusak ringan, sehingga total terdapat 7 unit rumah terdampak akibat longsor tersebut.
Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Sulbar, Muhammad Yasir Fattah, menyampaikan bahwa penanganan awal telah dilakukan dengan mengutamakan keselamatan masyarakat terdampak serta percepatan asesmen lapangan. Kondisi tanah yang masih terus bergerak membuat masyarakat bersama aparat setempat melakukan pembongkaran rumah yang berada di area rawan guna menghindari risiko yang lebih besar.
Untuk memenuhi kebutuhan masyarakat terdampak, kebutuhan mendesak yang saat ini diperlukan antara lain tenda gulung, kasur, makanan siap saji, sandang, serta peralatan dapur.
"BPBD Kabupaten Mamasa bersama unsur terkait telah melakukan asesmen di lokasi kejadian. Penanganan awal juga melibatkan Tagana Dinsos Kabupaten Mamasa, aparat desa. Sebanyak tiga personel diturunkan untuk melakukan pendataan dan pemantauan kondisi di lapangan," terangnya.
Kalaksa BPBD Sulbar mengimbau masyarakat, khususnya yang berada di wilayah rawan longsor, agar tetap meningkatkan kewaspadaan mengingat curah hujan di beberapa wilayah Sulawesi Barat masih cukup tinggi dan berpotensi memicu bencana hidrometeorologi. (min)

Comments