Image

Gempa Kembali Melanda Palu, Masyarakat Sulbar Diminta Tenang.

Gempa Kembali Melanda Palu, Masyarakat Sulbar Diminta Tenang

MARAYA.NEWS,- Gempa berkekuatan magnitudo 6,7 kembali melanda wilayah Palu Provinsi Sulawesi Tengah,  pada Selasa pagi (16/06/2026). Berada pada kedalaman 16 km (awalnya 10 km) diakibatkan oleh Sesar Sausu. Pihak berwenang merilis bahwa peristiwa ini tak berpotensi tsunami.

Meski begitu Masyarakat di wilayah Sulawesi Barat yang bertetangga dengan Palu turut resah. Khawatir berdampak ke wilayah mereka. Apalagi bencana alam tersebut disertai beragam informasi menyesatkan.

Olehnya, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sulawesi Barat mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, namun juga tetap menjaga kewaspadaan. Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) BPBD Sulbar meminta masyarakat tidak panik serta tetap mengikuti informasi resmi dari instansi berwenang terkait perkembangan situasi pascagempa.

Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Sulbar, Muhammad Yasir Fattah mengajak masyarakat untuk tidak mudah mempercayai ataupun menyebarluaskan informasi yang belum jelas sumber dan kebenarannya. Informasi resmi terkait aktivitas kegempaan dan penanganan darurat hanya diperoleh melalui BMKG, BPBD, serta pemerintah daerah setempat.

"Masyarakat diharapkan tetap tenang, saling membantu, dan mengutamakan keselamatan diri serta keluarga. Ikuti arahan petugas dan pantau perkembangan informasi melalui kanal resmi pemerintah,” terangnya, pada Selasa (16/06/2026).

Layanan informasi dan pelaporan kebencanaan, masyarakat dapat menghubungi Call Center Pusdalops BPBD Provinsi Sulawesi Barat melalui WhatsApp di nomor 0822-2050-0117.

Yasir mengajak seluruh masyarakat untuk terus meningkatkan kesiapsiagaan bencana, mewaspadai kemungkinan terjadinya gempa susulan yang dapat terjadi sewaktu-waktu setelah gempa utama. Kewaspadaan dinilai penting untuk mengurangi risiko korban maupun kerugian akibat bencana.

Diketahui bawha Gempa Palu hari ini, berbeda dengan apa yang terjadi pada tahun 2018. Saat itu, Palu dan sejumlah wilayah di Sulawesi Tengah luluh lantak karena gempa bumi dan likuifaksi dari Sesar Palu-Koro. 

"Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas Sesar Sausu," ujar Deputi Bidang Geofisika BMKG Nelly Florida Riama dalam konferensi pers daring, Selasa. (min)