Image

Pembukaan KMD calon Pembina Pramuka di STAIN Majene.

Gelar KMD di STAIN Majene, Kwarda Pramuka Sulbar Eksis Kembangkan Pendidikan Kepramukaan

MARAYA.NEWS,- Ketua Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Provinsi Sulawesi Barat, St. Suraidah Suhardi menekankan bahwa pihaknya akan terus eksis dalam pengembangan pendidikan kepramukaan di Bumi Malaqbi. Termasuk pada lingkungan perguruan tinggi.

Begitu disampaikan dalam momen pembukaan Kursus Mahir Tingkat Dasar (KMD) bagi calon Pembina Pramuka yang merupakan salah satu bentuk kolaborasi Kwarda Pramuka Sulbar bersama Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Majene. KMD menjadi langkah strategis memperkuat SDM calon pembina sekaligus memperluas penguatan pendidikan kepramukaan di lingkungan perguruan tinggi.

“Saya kira ini bukan hanya bentuk tindak lanjut MoU antara Kwarda dan STAIN Majene yah. Tetapi juga bagian dari komitmen kami di Kwarda bersama jajaran untuk terus memberi dukungan pada institusi yang menjadikan Gerakan Pramuka sebagai instrumen dalam penguatan kapasitas SDM dan salah satu momentumnya itu melalui Kursus Mahir Tingkat Dasar ini," terang Suraidah, Senin (06/07/2026).

KMD yang bergulir 3 hingga 9 Juli nanti, mendapat apresiasi Wakil Ketua III STAIN Majene, Prof. Abdul Rahman. Menurutnya hal ini merupakan langkah nyata dari kerja sama antara STAIN Majene dan Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Sulawesi Barat dalam memperkuat pendidikan kepramukaan di kalangan mahasiswa.

"Kerja sama ini menjadi angin segar bagi kami di STAIN khususnya dalam bidang pendidikan kepramukaan sebagai bagian dari penguatan kompetensi mahasiswa. Kepramukaan tidak hanya membentuk karakter, tetapi juga menjadi salah satu bentuk integrasi ilmu terapan yang memberikan pengalaman belajar langsung melalui pendidikan nonformal," ujarnya.

Kolaborasi yang melibatkan mahasiswa prodi Pendidikan Guru tersebut diharapkan mampu melahirkan tenaga pendidik yang sekaligus bersiap untuk menjadi pembina Pramuka profesional di sekolah tempat bertugasnya atau gugus depan mereka nanti. 

“Kan ini juga bagian dari memperkuat implementasi nilai-nilai kepemimpinan, pengabdian, dan pengembangan karakter bukan hanya di lingkungan perguruan tinggi tetapi juga saat mereka nanti memilih profesi pendidik (guru),” tambah Prof. Abdul Rahman. (****)