Image

Rapat evaluasi Sekolah Rakyat di Provinsi Sulbar.

Sekolah Rakyat di Sulbar Masih Dimatangkan

MARAYA.NEWS,- Pembangunan fisik Sekolah Rakyat Terintegrasi hingga penyelenggaraan belajar mengajar di Provinsi Sulawesi Barat terus dimatangkan

Pemerintah sudah merancang tahapan penyelenggaraan Sekolah Rakyat telah dimulai sejak 1 Juli 2026. Tahapan awal meliputi pengecekan bangunan, dilanjutkan mobilisasi siswa dan guru pada 10–13 Juli, sebelum kegiatan belajar mengajar dijadwalkan dimulai pada 17 Juli.

"Baru saja kita melakukan rapat koordinasi untuk kesiapan pembangunan dan penyelenggaraan Sekolah Rakyat. Sesuai arahan menteri, tahapan-tahapannya sudah dimulai sejak 1 Juli,” kata Sekda Provinsi Sulbar, Junda Maulana.

Kamis (09/07/2026), Junda memimpin rapat koordinasi (rakor) optimalisasi pembangunan Sekolah Rakyat Terintegrasi 21 Mamuju.

Hasilnya menunjukkan progres pembangunan fisik baru 80 persen, sehingga target operasional sesuai jadwal dinilai sulit direalisasikan.

"Kita sepakat akan berkoordinasi dengan kementerian, apakah memungkinkan dimulai tanggal 31 Juli. Kontraktor menyampaikan asrama sudah bisa digunakan, sementara ruang belajar belum sepenuhnya selesai. Kalau memang memungkinkan, kita akan mengusulkan tanggal tersebut," beber Junda.

Apabila pembelajaran dimulai saat masih terdapat pekerjaan konstruksi, maka proses tersebut tidak boleh mengganggu kegiatan belajar mengajar maupun membahayakan keselamatan para siswa.

"Jangan sampai anak-anak sudah berada di dalam, tetapi masih terganggu oleh pekerjaan pembangunan. Yang paling penting juga jangan sampai ada risiko keselamatan akibat aktivitas proyek,” tegas Junda Maulana.

Evaluasi juga untuk kesiapan guru, tenaga kependidikan, juru masak, petugas laundry hingga petugas kebersihan yang akan mendukung operasional Sekolah Rakyat.

Seluruh aspek tersebut harus dipastikan siap sebelum sekolah mulai menerima siswa. Pada 23 Juli akan dilakukan peninjauan lapangan untuk memastikan kondisi bangunan. (min)