Image

Antisipasi Abrasi dengan Gerakan Menanam Mangrove.

Antisipasi Abrasi dengan Gerakan Menanam Mangrove

MARAYA.NEWS,- Gerakan menanam Mangrove mulai dilakukan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mamuju di wilayah pesisir Desa Sumare, Kecamatan Simboro, Mamuju, Sulawesi Barat, pada Sabtu (18/07/2027). Jadi salah satu upaya memulihkan kawasan mangrove sekaligus mengurangi abrasi.

Agenda ini sekaligus jadi rangkaian Festival Nelayan bertajuk Eco Fun Day for Mamuju dalam peringatan Hari Jadi Mamuju ke-486 tahun 2026. Pencanangan penanaman 1.000 bibit dipusatkan di kawasan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP), sementara lokasi penanaman mencakup wilayah pesisir Sumare.

Bupati Mamuju, Sitti Sutinah Suhardi, mengatakan rehabilitasi mangrove merupakan investasi jangka panjang untuk menjaga kawasan pesisir yang menjadi sumber penghidupan masyarakat nelayan. Menurutnya, abrasi telah terjadi di sejumlah wilayah pesisir Mamuju sehingga diperlukan upaya pemulihan kawasan mangrove yang sebelumnya mengalami alih fungsi.
Pemerintah Pusat & Daerah

"Kita tahu Mamuju, mulai dari Tapalang sampai Tommo, merupakan wilayah pesisir. Sudah banyak juga kawasan yang mengalami abrasi. Tugas kita adalah mengembalikan lahan-lahan kritis yang dulunya merupakan kawasan mangrove namun telah beralih fungsi. Mudah-mudahan ini menjadi investasi untuk anak cucu kita," paparnya

Penanaman mangrove menjadi solusi yang lebih realistis dibanding membangun tanggul penahan abrasi yang membutuhkan anggaran besar. "Kalau membangun tanggul membutuhkan anggaran yang sangat besar, maka kita mulai dari langkah yang lebih sederhana, yaitu menanam mangrove agar abrasi di pesisir Kabupaten Mamuju bisa berkurang," imbuh Sutinah. (min)