Image

Wakil Bupati Majene Andi Ritamariani dalam Paripurna DPRD Majene.

Wabup Majene: Dalam Kondisi Fiskal Terbatas, Kita Tetap Harus Inovatif dan Berorientasi Hasil

MARAYA.NEWS,- Eksekutif dan Legislatif Kabupaten Majene, menyapakati perubahan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Perubahan Prioritas dan Platfon Anggaran Sementara (PPAS) tahun anggaran 2026. Merupakan instrumen penting dalam penyelenggaraan pemerintahan.

Penandatanganan nota kesepakatan perubahan KUA PPAS 2026 berlangsung di gedung Dewan Perwakilan Rakyat Majene, pada Senin 31 Agustus 2026 oleh Wakil Bupati Majene, Dr. Hj. Andi Rita Mariani Basharoe didampingi Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD), Rudy Hartanto. Sedangkan, dari pihak DPRD, Ketua M. Idwar dibersamai Sekretaris Dewan (Sekwan).

"Perubahan KUA dan Perubahan PPAS Tahun Anggaran 2026 yang kita sepakati hari ini menjadi pedoman dalam penyusunan Rancangan Perubahan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Tahun 2026," ungkap Andi Rita.

Pemkab berkomitmen penuh untuk menindaklanjuti setiap rekomendasi, saran, dan masukan dari Banggar DPRD Majene guna menyempurnakan sektor pendapatan, belanja, maupun pembiayaan daerah sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Andi Rita tidak menampik adanya tantangan besar terkait keterbatasan ruang fiskal. Pemda dihadapkan pada situasi dilematis antara tuntutan peningkatan pelayanan publik dan menyusutnya kapasitas anggaran. "Pemkab Majene terus memperkuat jalur koordinasi dan konsultasi intensif bersama Pemerintah Pusat guna memastikan pembiayaan pemerintahan dan pelayanan publik tetap berjalan optimal," terangnya.

Wakil Bupati Majene menitipkan pesan penegasan kepada seluruh jajaran aparatur sipil negara (ASN) dan pemangku kebijakan agar keterbatasan anggaran tidak dijadikan alasan menurunnya produktivitas. Seluruh pihak dituntut aktif dan responsif dalam mengawal tahapan regulasi berikutnya hingga disetujuinya Peraturan Daerah (Perda) APBD Perubahan Tahun 2026 sebagai bentuk tanggung jawab mengemban amanat rakyat.

"Dalam kondisi fiskal yang terbatas sekalipun, kita tetap harus mampu bekerja secara inovatif, efisien, dan berorientasi pada hasil demi melaksanakan tugas dan pengabdian kepada bangsa dan negara," tandas Andi Rita. (min)