Image

Gubernur Sulbar Hadiri Peringatan Maulid bersama Kerukunan Keluarga Sulsel.

Gubernur Sulbar Hadiri Peringatan Maulid bersama Kerukunan Keluarga Sulsel

MARAYA.NEWS,- Gubernur Provinsi Sulawesi Barat, Suhardi Duka (SDK) menghadiri Peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW yang diselenggarakan Badan Pengurus Wilayah Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (BPW KKSS) bersama Pengurus Wilayah Ikatan Wanita Sulawesi Selatan (PW IWSS), pada Minggu 13 September 2026.

SDK menyebut bahwa Sulbar merupakan daerah yang memiliki keberagaman budaya, suku, dan agama. Menurutnya, keberagaman tersebut menjadi kekuatan dalam membangun daerah secara bersama-sama. Keberagaman masyarakat juga tercermin dalam lingkungan pemerintahan, baik di tingkat Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat maupun Kabupaten Mamuju.

Menurutnya, masyarakat dari berbagai latar belakang suku memiliki kesempatan yang sama untuk berkontribusi dalam pembangunan/ "Di pemerintah Sulawesi Barat maupun di Kabupaten Mamuju, banyak orang Bugis, orang Makassar, orang Toraja dan lainnya, karena kita tidak membeda-bedakan. Yang penting prestasimu bagus. Kamu orang Indonesia, tidak ada batasan suku," katanya.

SDK juga menegaskan bahwa prinsip kesetaraan tersebut diterapkan dalam pelayanan publik, termasuk layanan kesehatan yang diberikan kepada masyarakat di Sulawesi Barat. "Begitu juga layanan publik kita di seluruh Sulbar. Bukan hanya orang Mandar yang gratis layanan kesehatan, siapapun. Mau dia Bugis, mau dia Makassar, bahkan Arab sekalipun," imbuh Gubernur.

SDK turut menyampaikan ucapan selamat kepada jajaran pengurus BPW KKSS dan PW IWSS yang baru. Diharap amanah dan penuh tanggung jawab. Bahwa kepengurusan KKSS dan IWSS merupakan amanah sosial, bukan jalan untuk mendapatkan jabatan politik maupun pemerintahan. "Selamat mengemban amanah. Ini amanah sosial. Tidak ada jaminan kalau kamu Ketua KKSS kamu akan menjadi pejabat, karena ini adalah amanah sosial dari saudara-saudara dan keluarga Sulawesi Selatan," ucapnya.

Gubernur tak lupa mengajak seluruh masyarakat untuk menanamkan nilai-nilai keteladanan yang telah dicontohkan Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam dalam kehidupan sehari-hari. Tak mudah bagi manusia biasa untuk mengikuti seluruh keteladanan Rasulullah. Namun, terdapat satu nilai utama yang dapat dijadikan pegangan bersama, yakni kejujuran. "Mungkin sulit kalau seluruh kita manusia biasa ini akan mengikuti Rasulullah. Cukup satu saja yang kita pegang teguh dari keteladanan Rasulullah itu, kejujuran," tandas SDK. (min)