Image

Tim PkM Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Sulawesi Barat di MAS DDI Baruga.

Dari Remaja untuk Remaja, Duta GiziMate MAS DDI Baruga Bawa Pesan Gizi ke Teman Sebaya

Melalui permainan GiziMate Board dan pengembangan media edukasi digital, remaja didorong tidak hanya menerima informasi gizi,
tetapi juga berperan menyampaikan pengetahuan kepada teman sebaya.

MARAYA.NEWS,- Upaya memperkuat edukasi gizi remaja dilakukan dengan menempatkan remaja bukan hanya sebagai penerima informasi, tetapi juga sebagai edukator bagi teman sebayanya. Pendekatan tersebut diterapkan melalui program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bertajuk "Penguatan Peer Group Duta GiziMate dalam Mendorong Perubahan Perilaku Gizi Remaja Berkelanjutan di MAS DDI Baruga".

Kegiatan dilaksanakan oleh tim Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Sulawesi Barat di MAS DDI Baruga, Kabupaten Majene, pada 12 dan 19 September 2026. Sebanyak 10 Duta GiziMate dilibatkan sebagai peer educator. Tahap awal, mereka mendapatkan penguatan kapasitas dalam edukasi gizi menggunakan pendekatan permainan dan media digital. Selanjutnya, para Duta GiziMate mempraktikkan edukasi kepada teman sebaya dengan menggunakan GiziMate Board.

Ketua tim PkM, Fauziah, S.Gz., M.Si., Dietisien, mengatakan penguatan Duta GiziMate dilakukan agar remaja tidak hanya menjadi penerima informasi, tetapi juga memiliki kemampuan untuk menyampaikan pesan gizi kepada teman sebayanya.

Pendekatan tersebut menjadi bagian penting dari program karena edukasi gizi di kalangan remaja tidak cukup hanya berhenti pada penyampaian materi. "Remaja perlu mendapatkan ruang untuk berinteraksi, berdiskusi, mencoba menyampaikan kembali informasi, dan membangun pengalaman belajar bersama teman sebaya," papar Fauziah dalam keterangannya, Minggu.

Diantara media yang digunakan adalah "GiziMate Board" permainan papan edukatif yang dirancang untuk mendukung pembelajaran gizi secara interaktif. Materi permainan berkaitan dengan gizi seimbang dan pencegahan anemia gizi besi pada remaja.

Berbeda dengan pembelajaran yang hanya berpusat pada penyampaian materi, permainan membuat peserta terlibat langsung selama proses edukasi. Pemain mengikuti alur permainan sekaligus memperoleh informasi dan berdiskusi mengenai pesan-pesan gizi yang muncul selama permainan.

Salah satu Duta GiziMate, Muslimah mengutarakan bahwa penggunaan permainan membuat proses edukasi gizi terasa berbeda dibandingkan penyampaian materi dengan ceramah.

Penguatan kapasitas Duta GiziMate juga diarahkan pada kemampuan membuat media edukasi digital. Para peserta diperkenalkan dengan pembuatan poster gizi menggunakan Aplikasi Canva, sehingga pesan yang disampaikan kepada teman sebaya tidak hanya melalui permainan, tetapi juga dapat dikembangkan dalam bentuk visual digital.

Tim PkM yang terdiri atas Fauziah, S.Gz., M.Si., Dietisien sebagai ketua, bersama Andi Fatwa Tenri Awaru, S.Gz., M.Kes. dan Kurnia Harli, BSN., MSN. Melibatkan mahasiswa Program Studi S1 Gizi Universitas Sulawesi Barat dalam pelaksanaan kegiatan.

Di lingkungan sekolah, program tersebut mendapat dukungan dari Kepala MAS DDI Baruga, Nurjamiat, S.Ag, serta guru pendamping, Yusniar, S.Pd. Konsep peer education menjadi salah satu titik penting dalam program ini. Setelah mendapatkan penguatan, 10 Duta GiziMate tidak berhenti sebagai peserta pelatihan, tetapi mulai mempraktikkan perannya dengan mengedukasi 10 teman sekolah lainnya menggunakan GiziMate Board.

Model tersebut diharapkan dapat membuat edukasi gizi lebih dekat dengan keseharian remaja. Teman sebaya memiliki ruang untuk berkomunikasi dalam suasana yang lebih partisipatif, sementara Duta GiziMate memperoleh pengalaman sebagai fasilitator edukasi.

Hasil evaluasi kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta setelah mengikuti rangkaian kegiatan. Namun, keberlanjutan program tidak hanya bergantung pada hasil kegiatan selama dua hari.

Karena itu, penguatan Duta GiziMate diarahkan untuk membangun kapasitas yang dapat digunakan kembali di lingkungan sekolah. Media permainan dan media digital yang telah dikembangkan menjadi bagian dari perangkat edukasi yang dapat dimanfaatkan dalam kegiatan peer education berikutnya.

Melalui pendekatan tersebut, GiziMate tidak ditempatkan semata sebagai media permainan, tetapi sebagai bagian dari model edukasi gizi yang memberikan ruang kepada remaja untuk Belajar, Bermain, Berkomunikasi, dan kemudian Mengedukasi teman sebaya.

Program ini menjadi salah satu upaya Universitas Sulawesi Barat untuk memperkuat peran remaja dalam edukasi gizi berbasis komunitas sekolah, dengan menempatkan peer educator sebagai penggerak yang dapat melanjutkan proses edukasi setelah kegiatan utama selesai.a bersama. (min)