Pembina Passandeq, Syamsul Samad bersam Gubernur Sulbar SDK.
Pelaksana Event Apresiasi Animo Masyarakat atas Sandeq Silumba
MARAYA.NEWS,- Sandeq Silumba 2026 dalam rangka peringatan Hari Jadi Sulawesi Barat (Sulbar) ke-22 dibuka oleh Gubernur Suhardi Duka (SDK), pada Jumat (25/09/2026) di pesisir Kecamatan Sendana, Kabupaten Majene, Sulbar.
Ajang lomba perahu tradisional Mandar ini mendapat antusias yang tinggi dari masyarakat, khususnya pada pembukaan yang berlangsung di Rest Area Palipi, Kecamatan Sendana. "Alhamdulillah. Sengaja kita mengambil daerah ini karena suasananya dan memang ini lokasi start," terang Ketua Dewan Pengarah Sandeq Silumba 2026, Syamsul Samad.
Setelah pembukaan, pada Sabtu pagi (26/09/2026) peserta akan memulai perjalanan dari Pantai Banua Sendana menuju Kecamatan Pamboang, Majene. Kemudian bermalam di Pamboang sebelum melanjutkan perjalanan pada Minggu pagi (27/09/2026) dari Pamboang menuju Pantai Bahari, Kabupaten Polewali Mandar (Polman).
"Insya Allah lusa, hari Minggu malam kita penutupan di Pantai Bahari Polman. Jadi, besok pagi start dari Pantai Banua Sendana menuju Pamboang, kemudian bermalam di Pamboang. Hari Minggu dari Pamboang menuju ke Pantai Bahari Polewali," imbuh Syamsul yang juga Legislator Sulbar dari Partai Demokrat.
Tahun ini 80 perahu terdaftar sebagai peserta. Meningkat drastis dari tahun sebelumnya sebanyak 55 perahu. "Alhamdulillah tahun lalu kita sukses membangun kepercayaan kepada para passandeq dan tahun ini animonya tinggi membuat perahu sandeq," ungkap Syamsul Samad.
Tingginya antusiasme tersebut bahkan sudah terlihat sejak pembukaan. Ia meyakini masyarakat juga akan memadati lokasi persinggahan di Pamboang hingga garis finis di Pantai Bahari Polewali. "Kalau kita lihat ini, baru pembukaan saja sudah luar biasa animo masyarakat ke sini. Saya yakin besok di Pamboang juga begitu, apalagi lusa di Polman garis finis," pungkasnya.
Tingginya partisipasi masyarakat, lanjut Syamsul Samad, harus direspons dengan peningkatan kualitas penyelenggaraan dari tahun ke tahun. Ia mendorong pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten untuk terus memperbaiki pelayanan bagi para peserta maupun masyarakat yang terlibat dalam event tersebut.
Menurutnya, Sandeq Silumba bukan semata-mata perlombaan, tetapi bagian dari upaya bersama menjaga kelestarian budaya maritim masyarakat Mandar, Sulbar. "Masyarakat kita ini, passandeq tanpa pamrih mereka untuk terus berpartisipasi setiap tahunnya,” ujarnya.
Ditambahkan, pembuatan sebuah perahu sandeq bukan pekerjaan mudah. Karena itu, dukungan dan pelayanan terhadap para passandeq perlu terus ditingkatkan. Syamsul Samad berharap, dukungan terhadap pelestarian sandeq dapat terus diperkuat, termasuk melalui kebijakan dan dukungan anggaran apabila kondisi fiskal memungkinkan. (min)

Comments