Sandeq Silumba Mulai Etape I Dari Sendana ke Pamboang Kabupaten Majene.
Sandeq Silumba 2026
Peserta Menjajal Etape I Dari Sendana ke Pamboang Kabupaten Majene, Besok Finis di Polman
MARAYA.NEWS,- Sandeq Silumba 2026 memulai etape pertama, pada Sabtu (26/09/2026). Sebanyak 40 peserta memulai star dari Pantai Banua Sendana menuju Pantai Pamboang dengan tembakan flare gun dari Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka (SDK). Mereka berpacu menuju garis finis di Pesisisr Kecamatan Pamboang, Majene.
Ajang lomba perahu tradisional Mandar ini mendapat antusias yang tinggi dari masyarakat, khususnya pada pembukaan yang berlangsung di Rest Area Palipi, Kecamatan Sendana, Kabupaten Majene, Provinsi Sulbar.
Sandeq Silumba 2026 terbagi dalam dua grup, yakni Grup A dan Grup B. Masing-masing grup diikuti 40 perahu sandeq yang kini beradu kecepatan dan ketangguhan dalam mengarungi jalur pelayaran yang telah ditentukan. Mereka dijadwalkan finis di Kabupaten Polewali Mandar (Polman) pada Minggu besok.

Usai melepas para peserta, Gubernur Sulbar mengaku kagum dengan skil passandeq dalam mengendalikan perahu. "Anginnya ternyata mau ke depan. Tapi kecekatan daripada para passandeq itu mampu mengambil angin walaupun menuju ke depan atau melawan arah angin," terangnya.
Kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi para passandeq. Sebab, ketika angin datang dari arah belakang, perahu sandeq relatif lebih mudah melaju mengikuti dorongan angin. Namun, situasinya berbeda ketika angin berada di arah depan sementara sandeq harus tetap bergerak menuju arah tersebut.
SDK menilai, kemampuan tersebut membutuhkan teknik dan keterampilan khusus yang telah diwariskan dalam tradisi pelayaran masyarakat Mandar. "Jadi teknik. Dan memang itulah menandakan bahwa kita orang Mandar memang menguasai itu. Karena kalau orang biasa tidak mampu melayarkan sandeq-nya melawan angin," imbuh gubernur.

Sandeq Silumba 2026 menjadi salah satu rangkaian peringatan Hari Jadi Provinsi Sulbar ke-22 tahun. Selain itu, untuk memperkenalkan sekaligus menjaga tradisi bahari masyarakat Mandar.
SDK menuturkan bahwa semangat para passandeq dalam menghadapi angin adalah gambaran bahwa perjuangan menghadapi tantangan membutuhkan ketekunan dan keberanian untuk terus bergerak maju. (min)

Comments