Tim Investigasi Provinsi Dalami Keracunan MBG di Kabupaten Mamasa.
Tim Investigasi Provinsi Dalami Keracunan MBG di Kabupaten Mamasa
MARAYA.NEWS,- Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Daerah (DKPPKB) Provinsi Sulawesi Barat bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Mamasa melakukan investigasi dan penyelidikan epidemiologi (PE) terkait dugaan kejadian keracunan pangan setelah konsumsi makanan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Tabulahan, Kabupaten Mamasa.
Investigasi dilakukan pada Rabu (30/09/2026), sebagai langkah cepat untuk memverifikasi kasus, mengidentifikasi faktor risiko, menelusuri kemungkinan sumber pangan, serta memastikan penanganan dan pengendalian kejadian dapat dilakukan secara tepat dan terkoordinasi.
Tim investigasi melibatkan petugas Kesehatan Lingkungan (Kesling), petugas surveilans, jajaran Puskesmas, serta pihak terkait. Berdasarkan data awal yang diterima, tercatat 20 orang mengalami sakit, dengan rincian 9 orang dirawat di Puskesmas, 1 orang dirujuk ke RSUD Mamuju, 10 orang menjalani rawat jalan, dan tidak terdapat laporan korban meninggal dunia.
Gejala yang ditemukan pada kasus antara lain mual, muntah, sesak, nyeri ulu hati, pusing, sakit kepala, serta muka kemerahan dan bengkak.
Dalam pelaksanaan investigasi di lapangan, tim melakukan wawancara terhadap kasus terkait waktu konsumsi makanan dan munculnya gejala, mengidentifikasi menu MBG yang dikonsumsi, serta menelusuri individu lain yang mengonsumsi makanan yang sama.
Tim juga melakukan penelusuran terhadap proses pengolahan, penyimpanan, distribusi, dan penyajian makanan, termasuk pemeriksaan aspek higiene dan sanitasi pengelolaan pangan, bahan pangan, sumber air, peralatan, penjamah pangan, serta rantai distribusi.
Petugas kesehatan lingkungan melakukan Inspeksi Kesehatan Lingkungan (IKL) terhadap faktor keamanan pangan dan higiene sanitasi. Sementara itu, petugas surveilans melakukan verifikasi kasus, pencatatan dan pemutakhiran data, penelusuran riwayat konsumsi makanan, waktu mulai gejala, tempat kejadian, serta pola kasus berdasarkan orang, tempat, dan waktu.
Selain itu, dilakukan pengambilan sampel makanan dan/atau spesimen klinis sesuai kebutuhan untuk pemeriksaan laboratorium di Balai POM Mamuju. Tim juga melakukan koordinasi dengan Puskesmas, pengelola SPPG, dan instansi terkait serta melakukan pemantauan kondisi korban.
Kepala DKPPKB Sulawesi Barat, Nursyamsi Rahim, menegaskan pentingnya seluruh jajaran kesehatan, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten, melakukan investigasi secara cepat, terkoordinasi, dan menyeluruh sehingga sumber serta faktor risiko kejadian dapat segera diketahui.
Ia juga menekankan bahwa penanganan seluruh korban menjadi prioritas, disertai pemantauan kondisi kesehatan hingga korban dinyatakan pulih. "Keselamatan dan kesehatan anak-anak harus menjadi perhatian utama. Hasil investigasi nantinya menjadi dasar untuk melakukan perbaikan dan pencegahan agar kejadian serupa tidak terulang," papar Nursyamsi. (min)

Comments