Muhammad Isbahuddin (tengah) bersama Karang Taruna dan pemerintah kelurahan Baruga.
Ketahanan Ekonomi di Daerah
Prodi Agroekoteknologi Unsulbar Gandeng Karang Taruna Baruga Manfaatkan Pekarangan Rumah
MARAYA.NEWS,- Menguatkan ketahanan ekonomi dan pangan masyarakat tingkat akar rumput, Program Studi Agroekoteknologi, Fakultas Pertanian dan Kehutanan, Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar) akan menjalin kolaborasi strategis dengan Karang Taruna Kelurahan Baruga, Kabupaten Majene, Provinsi Sulbar.
Program pengabdian masyarakat ini berfokus pada optimalisasi lahan pekarangan rumah warga agar lebih produktif dan bernilai ekonomis. Melibatkan tim dosen, mahasiswa, dan pemuda setempat ini merespons kebutuhan masyarakat akan ketersediaan pangan mandiri di tengah fluktuasi harga kebutuhan pokok.
Melalui pendekatan ekologi pertanian dan teknologi tepat guna, lahan pekarangan yang sebelumnya dibiarkan kosong kini disulap menjadi area budidaya tanaman produktif, seperti sayuran daun, cabai, tomat, dan tanaman obat keluarga (Toga) dengan sistem tanam yang efisien.
Agenda ini terjalin berkat kunjungan Dosen Program Studi Agroekoteknologi Unsulbar, yang diwakilkan oleh Muhammad Isbahuddin, S.P., M.Sc. pada Kamis (01/10/2026) di Kantor Kelurahan Baruga, Kecamatan Banggae Timur, Majene. Menurutnya, kegiatan ini merupakan sebuah pendekatan strategis untuk menguatkan peran Universitas Sulawesi Barat di tengah Masyarakat.
"Prodi Agroekoteknologi Unsulbar akan melaksanakan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat, dengan Karang Taruna Kelurahan Baruga sebagai mitra sasarannya. Kegiatan ini akan memberikan pelatihan untuk membekali pemuda dengan keahlian dalam mengelola pekarangan rumah untuk lebih produktif", ungkap Isbah.
Dia menambahkan, pendekatan yang digunakan tidak hanya sebatas menanam, tetapi juga mengedepankan prinsip pertanian berkelanjutan. "Kami mentransfer pengetahuan terkait agroteknologi yang mudah diaplikasikan oleh masyarakat, mulai dari pemanfaatan sistem polibag, vertikultur, hingga pembuatan pupuk organik dari limbah rumah tangga. Tujuannya adalah menciptakan sistem pertanian terpadu skala mikro yang tidak hanya menekan pengeluaran dapur warga, tetapi juga membuka peluang pendapatan tambahan dari hasil panen," jelas Isbah.
Sementara itu, Ihsan Arham selaku Ketua Panitia Penyelenggara kegiatan menuturkan bahwa kegiatan ini juga merupakan upaya Unsulbar untuk mendukung pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan atau SDGs.
"Kegiatan ini secara langsung mendukung pencapaian SDGs 1 tanpa kemiskinan, SDGs 2 tanpa kelaparan, serta SDGs 4 Pendidikan Berkualitas", tutur Ihsan yang juga merupakan Ketua SDGs Center Unsulbar. (min)

Comments