Image

Sabtu lalu, serangan menghantam riyadh king khalid international airport.

WNI di Arab Saudi Diimbau Hindari Area Rawan Serangan Rudal

MARAYA.NEWS,- Warga Negara Indonesia (WNI) yang berada di Arab Saudi diminta prioritaskan keselamatan diri menyusul perkembangan situasi keamanan di kawasan Timur Tengah. Serangan ke Bandar Udara (Bandara) King Khalid di Riyadh, Arab Saudi pada Sabtu lalu, berpotensi berlanjut.

Olehnya, WNI di Arab Saudi diimbau membatasi aktivitas yang tidak mendesak. "Kami mengimbau WNI di Arab Saudi, termasuk jamaah umrah, untuk tetap tenang dan meningkatkan kewaspadaan. Hindari lokasi rawan, patuhi aturan yang berlaku, serta ikuti arahan otoritas setempat. Keselamatan harus menjadi prioritas," papar Juru Bicara Kemenhaj Ichsan Marsha, di Jakarta, pada Senin.

Ichsan mengingatkan WNI agar tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi. Bagi jamaah umrah yang masih berada di Arab Saudi, Kemenhaj meminta agar tetap berkoordinasi dengan Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU), memantau informasi perjalanan, serta mengikuti arahan keselamatan dari otoritas setempat.

Penyelenggara perjalanan umrah juga diharapkan memastikan kondisi jamaah terpantau dan menyampaikan informasi penting secara berkala. Bagi jamaah yang belum berangkat ke Arab Saudi, pemerintah mengimbau agar terus memantau perkembangan situasi dan informasi resmi terkait perjalanan.

Laporan dari BBC (12/10) menerangkan bahwa serangan susulan tersebut terjadi sehari setelah serangan sebelumnya di Bandara yang sama menewaskan sedikitnya 12 orang dan melukai 309 lainnya. Jumlah korban tewas kemudian bertambah menjadi 13 orang.

Kelompok Houthi di Yaman mengaku bertanggung jawab atas serangkaian serangan tersebut. Memperingatkan bahwa Bandara-Bandara di Arab Saudi berpotensi menjadi sasaran serangan, kecuali bandara di Makkah dan Madinah.

Juru bicara militer Houthi, Brigadir Jenderal Yahya Saree, mengatakan kelompoknya menggunakan kombinasi rudal balistik, rudal jelajah, dan drone untuk menyerang sejumlah sasaran di Arab Saudi, termasuk bandara dan fasilitas minyak. Serangan dikaitkan dengan dukungan Arab terhadap pasukan pemerintah Yaman dalam perang saudara serta operasi militer terhadap wilayah yang dikuasai Houthi.

Berdasarkan data resmi Kementerian Luar Negeri Arab Saudi yang diterima KBRI Riyadh, jumlah WNI di negara tersebut mencapai 581 ribu orang. Sebanyak 351.070 merupakan WNI residen atau pemegang izin tinggal (iqamah), sedang 229.930 lainnya merupakan pengunjung atau pemegang visa ziarah. (ant/min)