Image

Pemateri dan peserta Kemah Ketahanan Pangan II Kwarda Sulbar

Kemah Ketahanan Pangan II Kwarda Pramuka Sulbar

Generasi Muda Sulbar Diharap Turut Perkuat Ketahanan Pangan

MARAYA.NEWS,- Generasi muda diharap mengambil peran aktif dalam memperkuat ketahanan pangan melalui pemanfaatan potensi lokal, penerapan pola konsumsi sehat, serta pengurangan pemborosan makanan.

Hal tersebut mengemuka dalam Kemah Ketahanan Pangan (KKP) II yang dilaksanakan oleh Pengurus Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Sulawesi Barat di Kabupaten Mamasa.

Kegiatan ini menghadirkan Pejabat Dinas Kepemudaan, Olahraga, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif (Dispoparekraf) Sulbar, tephanus Buntu Madika yang turut menyampaikan pemaparan dalam Kemah Pramuka Pangan di Objek Wisata Edelweis, Tondok Bakaru, Mamasa.

Stephanus mengajak puluhan peserta untuk meningkatkan kepedulian terhadap kemandirian pangan dan pemanfaatan potensi lokal. Generasi muda tak hanya jadi konsumen, tetapi sebagai penggerak melalui kegiatan menanam, pemanfaatan pekarangan, pengembangan kebun produktif. "Keterlibatan generasi muda sangat penting untuk menjaga ketersediaan pangan sekaligus mendorong pola konsumsi yang sehat dan mengurangi pemborosan makanan," tegas Stephanus, pada Jumat (16/10/2026).

Sulbar memiliki beragam potensi pangan, mulai dari beras, jagung, dan ubi, hingga hasil perkebunan dan perikanan yang dapat dikembangkan mendukung kemandirian pangan. "Generasi muda diharapkan turut mendorong kemandirian ekonomi serta mendukung pembangunan daerah yang berkelanjutan," imbuhnya.

Stephanus mendorong anggota Pramuka menjadi pelopor gerakan ketahanan pangan di lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat melalui gerakan “Satu Pramuka, Satu Aksi Pangan”. "Kita lakukan dengan mengajak setiap anggota melakukan tindakan nyata, seperti menanam tanaman produktif, merawat kebun sekolah, atau mengedukasi masyarakat tentang pentingnya menjaga lingkungan dan mengurangi pemborosan pangan," pungkas dia.

Sebelumnya, Ketua Kwarda Pramuka Sulbar, St. Suraidah Suhardi mengurai bahwa Kemah Ketahanan Pangan diharap dapat membentuk karakter Pramuka yang mandiri khususnya dalam pemenuhan kebutuhan dasar manusia seperti bahan makan.

Pangan merupakan hal dasar yang menjadi kebutuhan manusia untuk bertahan hidup. "Dalam konteks hari ini ketahanan pangan kita tidak lagi hanya bicara karena ada ancaman gempa saja. Tetapi juga hal paling banyak dibincang dalam lintasan global adalah krisis iklim yang memengaruhi produksi pangan kita," imbuh dia.

Melalui program seperti ini, Suraidah mendorong paradigma berpikir dan skill dasar peserta didik kita khususnya di Pramuka bahwa ketahanan pangan itu mesti dibicarakan dan dipahami prosesnya secara komprehensif. 

"Karena tidak lagi hanya bicara soal makanan yang aman saja. Tetapi turut didalamnya memahami ekosistem yang menyertainya. Misalnya betapa pentingnya aktifitas pertanian bahkan sampai bisa menjadi profesi untuk menopang ekosistem ketahanan pangan kita. Bahkan dengan upaya seperti ini kita berharap kedepan kita dapat sekaligus melihat ada lapisan generasi yang tidak lagi merasa gengsi bila memilih profesi sebagai petani," terang Suraidah. (min)

Image

Comments