Image

Ketua Kwarda Gerakan Pramuka Sulbar, St. Suraidah Suhardi.

Kemah Ketahanan Pangan II Kwarda Pramuka Sulbar, Kak Suraidah Mengurai Ancaman Krisis Iklim

MARAYA.NEWS,-  Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Sulawesi Barat kembali menggelar rangkaian Kemah Ketahanan Pangan (KKP). Kali ini di Kabupaten Mamasa, pada Kamis, dan melibatkan Pramuka golongan penegak. 

Ketua Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Sulawesi Barat, St. Suraidah Suhardi menyebut, agenda ini adalah yang kedua kalinya selama 2026. Kegiatan serupa juga telah bergulir di Kabupaten Pasangkayu, Provinsi Sulbar.

Dijelaskan, kegiatan ini merupakan wadah pendidikan strategis bagi Pramuka. Selain menjadi program yang dirancang secara berjenjang dari tingkat kwartir nasional hingga daerah, sekaligus seiring dengan upaya Kwarda Sulbar dalam penguatan dan konsolidasi tingkat lanjut Pramuka ditingkat daerah dan cabang.

"Kegiatan ini merupakan upaya kita di daerah menerjemahkan isu strategis yang dicanangkan dilevel Kwartir Nasional dan kita kolaborasikan dilevel daerah melalui program kegiatan. Pada Kemah Ketahanan Pangan ini kita desain dengan konsep learning by doing. Artinya peserta didik akan hadir sebagai peserta aktif dan berpartisipasi secara langsung dalam rangkaian kegiatan prakteknya. Sehingga proses belajar tak hanya dikelas. Karena mereka langsung ada praktek di lapangan setelah kegiatan dikelas," papar Suraidah.

Perempuan yang disapa Kak Suraidah itu menuturkan bahwa sejak dilantiknya menjadi Ketua Kwarda Pramuka Sulbar, telah menyasar enam Kabupaten dalam mendorong penguatan Pramuka di Sulawesi Barat. Program tersebut diluar dari agenda yang digelar khusus untuk Tingkat Daerah seperti Apel Besar tahun 2026 yang digelar pada 9 Oktober lalu.

"Akhir Tahun 2025 kemarin kita sasar dua Kabupaten yaitu Majene dan Mamuju. Kemudian tahun ini kita sasar empat kabupaten atau cabang lagi untuk sasaran kegiatan. Sifatnya variatif melihat kebutuhan masing-masing sasaran itu sendiri. Misalnya sebelum kegiatan hari ini kita laksanakan, sudah ada Latihan Pengembangan Kepemimpinan (LPK) menyasar Kabupaten Polewali Mandar, Majene, Mamuju dan Mamuju Tengah. Sementara untuk Kemah Ketahanan Pangan kita telah laksanan Pasangkayu beberapa waktu lalu dan sekarang giliran Kabupaten Mamasa,” urainya.

Kemah Ketahanan Pangan diharap dapat membentuk karakter Pramuka yang mandiri khususnya dalam pemenuhan kebutuhan dasar manusia seperti bahan makan. “Pangan itu merupakan hal dasar yang menjadi kebutuhan kita sebagai manusia. Sebanyak apapun kemapanan ekonomi kita dari sisi finansial, tetapi tidak memiliki kekuatan pangan, itu bisa jadi ancaman sosial," terang Suraidah.

Misalnya, kata Dia saat terjadi bencana gempa bumi melanda Sulawesi Barat beberapa waktu lalu, bahan pangan menjadi hal yang sangat dibutuhkan. “Saat itu kita masih punya uang. Tetapi kita hampir berebut bahan makanan secara brutal karena kita tidak pernah menduga bahwa peristiwa itu terjadi secara tiba-tiba sementara persediaan pangan kita tidak sepenuhnya siap untuk mengantisipasi hal hal darurat. Minimal untuk kebutuhan dirumah masing-masing," jelas Suraidah.

Ditekankan bahwa bahan pangan merupakan kebutuhan fundamental manusia untuk bertahan hidup. "Dalam konteks hari ini ketahanan pangan kita tidak lagi hanya bicara karena ada ancaman gempa saja. Tetapi juga hal paling banyak dibincang dalam lintasan global adalah krisis iklim yang memengaruhi produksi pangan kita," imbuh dia.

Sehingga melalui program seperti ini, pihaknya mendorong paradigma berpikir dan skill dasar peserta didik kita khususnya di Pramuka bahwa ketahanan pangan itu mesti dibicarakan dan dipahami prosesnya secara komprehensif. Karena tidak lagi hanya bicara soal makanan yang aman saja. Tetapi turut didalamnya memahami ekosistem yang menyertainya. 

"Misalnya betapa pentingnya aktifitas pertanian bahkan sampai bisa menjadi profesi untuk menopang ekosistem ketahanan pangan kita. Bahkan dengan upaya seperti ini kita berharap kedepan kita dapat sekaligus melihat ada lapisan generasi yang tidak lagi merasa gengsi bila memilih profesi sebagai petani," tandas Suraidah.

APRESIASI KWARCAB MAMASA
Menanggapi kegiatan yang digelar Kwarda Gerakan Pramuka di Mamasa, Ketua Kwarcab Mamasa, H. Sudirman menyatakan apresiasinya.

"Terima kasih kepada Kwartir Daerah Gerakan Pramuka yang telah memilih Mamasa sebagai tempat kegiatannya hari ini. Sebab ini akan menjadi bekal positif bagi peserta didik di Mamasa apalagi berkaitan dengan ketahanan pangan yang selalu disebut sebagai ancaman masa depan pertahanan bangsa," ungkap dia.

"ini akan menuntun peserta didik tak hanya memahami terkait pangan tapi juga tentang daya kemandiriannya dalam hal kebutuhan dasar sebagai manusia. Dan saya berharap kepada seluruh peserta bisa turut menularkan secara positif untuk teman temannya di sekolah yang tidak ikut serta dalam kegiatan ini," sambung Sudirman.

Lebih lanjut pria yang juga Wakil Bupati Mamasa ini mengungkapkan harapannya dimasa mendatang program kolaboratif kian dimasifkan. "Kita berharap kedepan program seperti ini juga semakin intens kita laksanakan bersama secara berjenjang. Yaitu antara Kwarda dan Kwarcab,” pungkasnya. (***)

Image

Comments