Image

Akademisi Unsulbar Muhammad menyampaikan pandangan dan gagasan.

Pilkada Serentak 2024

Dua Akademisi Sulawesi Barat Mengurai Sosok Pemimpin Ideal

MARAYA.NEWS,- Akademisi Universitas Tomakaka Mamuju, Sahril menyampaikan bahwa memilih pemimpin agar mengutamakan figur dengan rekam jejak yang baik.

"Kami akademisi selalu bicara ideal. Yang terbaik. Harus memberikan pemahaman kepada publik bahwa ini yang baik," terangnya dalam dialog di Warkop Ngalo Mamuju, pada Rabu (17/07/2024).

Menurut Rektor Unika ini, jika ada pihak yang tidak senang dengan pemikiran pihak kampus mengenai sosok pemimpin ideal, artinya ada yang keliru dengan mereka yang merasa terusik.

"Pun saat implementasi kepemimpinan di daerah tidak ideal, maka bagaimana mencari yang terbaik dari yang buruk. Kita hanya bisa menyampaikan bahwa ini yang kita harap (ideal)," tegas Sahril.

Dialog diselenggarakan oleh Wacana.info bersama Komisi Pemilihan Umum Sulawesi Barat. Dihadiri para awal media dan perwakilan organisasi kemahasiswaan di Sulbar.

Turut hadir, Muhammad Dosen Universitas Sulawesi Barat yang menerangkan bahwa salah satu sosok pemimpin yang sangat layak jadi rujukan adalah Muhammad Shalallahu Alaihi Wassalam.

"Rasulullah sangat-sangat dirasakan kepemimpinannya. Nah, bagaimana kita bisa membumikan kepemimpinan ini kedepannya," terangnya di hadapan peserta, Ketua KPU Sulbar, Said Usman Umar, dan Tokoh NU Sayyid Fadhl.

Muhammad kemudian mendorong agar publik di Sulawesi Barat bisa memilah sosok calon pemimpin yang memiliki koneksi kuat dengan pemerintah pusat.

Dijelaskan bahwa saat ini, Sulawesi Barat membutuhkan figur yang dapat menarik sebanyak-banyaknya program pembangunan untuk kesinambungan pembangunan daerah.

"Bagaimana pemimpin bisa menstimulasi pusat untuk memberikan perhatian besar ke Sulbar. Sampai hari ini kita belum punya komoditas besar untuk mensuplai pembagunan daerah kita. Ada tapi masih isu seperti tambang emas. Nah, jangka pendeknya adalah bagaimana menstimulasi pusat untuk memberikan perhatian ke daerah kita," terang Muhammad. (min)