Image

Sekda Provinsi Sulawesi Barat, Junda Maulana.

Pendekatan Program Kesehatan Harus Melibatkan Berbagai Sektor

MARAYA.NEWS,- Provinsi Sulawesi Barat memperkenalkan Gerakan Aktif Masyarakat dan Tenaga Kesehatan Terpadu Atasi TBC (GARATTA TBC) yang dirangkai pelantikan Tim GARATTA TBC Desa Bonde, Desa Bonde Utara, dan Desa Palipi Soreang, Kecamatan Pamboang, Kabupaten Majene, pada Jumat (19/06/2026).

"Kita berharap masyarakat Sulawesi Barat hidup sejahtera. Kesejahteraan itu ditandai tiga hal utama, yaitu pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan ekonomi. Ketiganya menjadi siklus yang saling berkaitan dalam pembangunan daerah," ungkap Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Barat, Junda Maulana.

Menurut Junda, sektor pendidikan masih menjadi pekerjaan rumah (PR) bagi Sulbar. "Masih terdapat anak-anak yang belum mendapatkan akses pendidikan secara optimal sehingga diperlukan upaya bersama untuk memastikan hak pendidikan mereka terpenuhi," terangnya. 

Selain pendidikan, persoalan kemiskinan juga menjadi tantangan besar. Masih berada di atas rata-rata nasional. "Angka kemiskinan Sulawesi Barat masih berada pada kisaran 10,18 persen, sementara angka nasional sekitar 8 persen. Kita menargetkan penurunan sekitar satu persen setiap tahun sehingga pada 2030 dapat berada di kisaran 5 hingga 6 persen," ungkapnya.
 
Pada sektor kesehatan, Junda menyebut masalah aksesibilitas dan kualitas pelayanan kesehatan. Menurutnya, masih banyak masyarakat yang kesulitan memperoleh layanan kesehatan akibat keterbatasan sarana, prasarana, maupun tenaga kesehatan di sejumlah wilayah.

Kondisi tersebut berdampak pada masih tingginya sejumlah indikator kesehatan, seperti kasus gizi buruk, angka kematian ibu dan bayi, stunting, serta tuberkulosis. “TBC menjadi salah satu tantangan yang harus kita tangani bersama. Penyakit ini bukan hanya persoalan medis atau penularan semata, tetapi juga berkaitan dengan kondisi lingkungan, perilaku hidup masyarakat, dan faktor sosial lainnya," imbuh Junda.

Olehnya, Sekda menegaskan, penanganan TBC tidak dapat dilakukan hanya oleh sektor kesehatan. "Dibutuhkan keterlibatan seluruh pemangku kepentingan mulai dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, kecamatan, desa, hingga masyarakat,” ujarnya

Bagi Junda, masyarakat tidak boleh hanya menjadi objek program, melainkan harus menjadi subjek yang aktif terlibat dalam setiap tahapan pelaksanaan program kesehatan. Ia juga menyoroti pentingnya peran tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, tokoh perempuan, dan tokoh pemuda dalam menggerakkan perubahan di tengah masyarakat.

"Pengaruh para tokoh di Sulawesi Barat masih sangat besar. Karena itu, pendekatan program kesehatan harus mampu melibatkan berbagai segmen masyarakat agar tujuan yang ingin dicapai dapat terwujud secara optimal,” tegas Junda.

Era pembangunan saat ini menuntut adanya kolaborasi dan kerja bersama. Tidak ada satu institusi yang mampu menyelesaikan persoalan kesehatan secara sendiri-sendiri. "Penanganan TBC juga membutuhkan dukungan sektor lain seperti lingkungan hidup, permukiman, pekerjaan umum, serta unsur masyarakat. Karena itu, kolaborasi menjadi kunci utama,” tandas Junda Maulana. (min)