Image

Diproteksi Beroperasi 31 Juli, Kesiapan Sekolah Rakyat di Mamuju Capai 80 Persen

Diproyeksi Beroperasi 31 Juli, Kesiapan Sekolah Rakyat di Mamuju Capai 80 Persen

MARAYA.NEWS,- Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar), Junda Maulana kembali meninjau langsung kesiapan Sekolah Rakyat di Kabupaten Mamuju menjelang rencana masuknya peserta didik pada 31 Juli 2026, sesuai arahan Kementerian Sosial.

Sekprov pastikan seluruh fasilitas utama, mulai dari ruang belajar hingga asrama, telah memenuhi standar kelayakan. "Untuk Sekolah Rakyat Mamuju akan mulai masuk ke asrama pada tanggal 31 Juli. Karena itu kami berkepentingan memastikan apakah tempat yang akan ditempati sudah benar-benar layak," terang Junda, pada Selasa, (28/07/2026).

Tahap awal akan diperuntukkan bagi peserta didik baru, sedangkan program rintisan berikutnya akan dimulai pada akhir Agustus setelah seluruh pekerjaan pembangunan selesai.

Dari hasil peninjauan, fasilitas belajar dinilai telah mampu menampung sebanyak 270 peserta didik yang terdiri atas 90 siswa SD, 90 siswa SMP, dan 90 siswa SMA. 

Sembilan ruang kelas telah tersedia dengan kapasitas sekitar 30 siswa setiap kelas. Dua unit asrama juga telah disiapkan untuk menampung seluruh peserta didik pada tahap awal. 

Dilaporkan pula bahwa air bersih dan fasilitas pendukung lainnya telah tersedia, sementara dapur masih bersifat sementara. "Saya meminta kepada Satker dan pelaksana untuk memastikan bahwa ketika anak-anak datang pada 31 Juli nanti, semuanya sudah siap. Kalau tidak siap, tentu akan mendapat teguran,” imbuh Junda.

Masih adapula ewenangan Kementerian Sosial dan belum sepenuhnya rampung, diantaranya penetapan peserta didik tambahan yang masih dalam proses verifikasi, penugasan guru, kepala sekolah, petugas keamanan, hingga tenaga dapur.

"Kalau dari aspek bangunan, ruang belajar, dan kapasitas untuk 270 orang sudah siap. Namun yang akan menempati masih menunggu penetapan dari kementerian. Mudah-mudahan dalam satu sampai dua hari ke depan semuanya sudah jelas sehingga kita benar-benar siap," sambung Junda.

Ia juga meminta agar area yang masih dalam proses pembangunan dipisahkan secara aman dari kawasan yang akan digunakan siswa.

Project Manager Program, Febriyan Sihombing mengungkapkan, progres pembangunan Sekolah Rakyat Mamuju secara keseluruhan saat ini telah mencapai sekira 80 persen. "Pelaksanaan kegiatan MPLS masih menunggu instruksi dari Kementerian Sosial,” katanya. (min)