Ilustrasi sajian Makan Bergizi Gratis alias MBG.
Keracunan MBG di Mamasa, Lima Siswa Masih Dirawat, Satu Orang DIrujuk ke Rumah Sakit
MARAYA.NEWS,- Kasus dugaan keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Mamasa, Provinsi Sulawesi Barat, terus berkembang. Satu dari belasan siswa harus dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah di Kabupaten Mamuju guna mendapat penanganan lebih lanjut.
Demikian diutarakan Koordinator Wilayah (Korwil) MBG Kabupaten Mamasa, Muhammad Syahrul Gunawan saat mengurai insiden belasan pelajar SMP Negeri 1 Tabulahan, Sulawesi Barat, yang mengeluh usai mengonsumsi sajian SPPG, pada Senin (28/09/2026).
Berdasarkan data terkini, jumlah pelajar yang terdampak mencapai 14 orang. Lima anak masih menjalani perawatan di Puskesmas Tabulahan, meski sudah membaik. Delapan siswa telah diizinkan pulang ke rumah. Satu harus dirujuk ke RSUD di Kabupaten Mamuju.
Menurut Syahrul, siswa yang dirujuk memang memiliki riwayat penyakit bawaan. "Ada satu yang dirujuk, tapi memang itu riwayat penyakitnya. Sejak dua hari yang lalu dia sudah pernah dirawat memang," beber Syahrul, kepada jurnalis, Senin malam.
Pihaknya memastikan seluruh siswa terdampak berada di bawah penanganan maksimal dari tim medis. Selain memantau kondisi para peserta didik yang harus menjalani perawatan medis di Puskesmas Tabulahan, Syahrul menekankan bahwa pihaknya juga tengah melakukan investigasi internal dan konfirmasi terkait menu makanan yang dibagikan kepada para murid.
Peserta didik SMPN 1 Tabulahan yang mengalami gejala ringan mengaku merasakan rasa perih yang tajam di bagian ulu hati tak lama setelah menyantap sajian MBG dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kelurahan Lakahang, Kecamatan Tabulahan, Mamasa.
Diketahui bahwa saat itu, para siswa mendapat paket nasi putih, ayam masak bumbu, tumis kangkung toge, tempe goreng, plus semangka. Setelah mengkonsumsi MBG ini, belasan peserta didik SMPN 1 Tabulahan mengaku mengalami gejala tak enak badan hingga sesak nafas.
Gejala yang dialami para siswa dibenarkan oleh Kepala Puskesmas Tabulahan, Iryanna yang menerangkan bahwa mayoritas siswa yang ditanganinya mengeluh sakit perut, pusing, hingga sesak napas.
Iryanna mengimbau para orang tua siswa SMPN 1 Tabulahan untuk tetap tenang namun tetap waspada terhadap gejala lanjutan. "Kalau ada yang mengalami keluhan seperti itu, segera bawa ke Puskesmas saja. Kami siap menunggu dan memberikan pelayanan di sana," paparnya.
Secara umum pihak terkait di Mamasa masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium resmi meski pengelola MBG mengonfirmasi kualitas dan kondisi hidangan yang disajikan kepada para siswa. (min)

Comments