Image

Kadis DKP Sulbar, Safaruddin S. DM.

DKP Sulbar Agendakan Peningkatan Fasilitas Kapal Nelayan dan Infrastruktur Pendukung

MARAYA.NEWS,- Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Sulbar, Safaruddin Sanusi mengatakan, dua provinsi yang mengapit wilayah Sulbar memiliki sentra pengelolaan ikan. Hal ini lah yang membuat beberapa hasil tangkapan menyeberang ke luar daerah.

Olehnya kata Safaruddin, menjemput potensi tersebut, DKP Sulbar telah menyiapkan sejumlah langkah strategis. Pertama, memperketat pengawasan armada kapal melalui pemasangan teknologi modern.

Kapal-kapal nelayan lokal akan dilengkapi perangkat Vessel Monitoring System (VMS) dan Fish Finder. "Fish finder kita anggarkan 2027 sekitar 500 juta. Fish finder pendeteksi posisi ikan, VMS untuk radar pengecekan kapal," terangnya, pada Minggu (04/10/2026).

Sebagai gambaran besarnya potensi perikanan daerah, produksi udang di Pasangkayu saja sudah mampu menyumbang angka yang cukup fantastis. "Enam ton saja itu udang di Pasangkayu itu menghasilkan sampai 30 miliar per tahun. Dan kedepan diperlukan mekanisme yang dibangun agar tidak nyeberang ke luar daerah," ungkap Safaruddin.

DKP Sulbar juga membidik pembenahan infrastruktur pendukung di darat. Berencana membangun banyak kampung nelayan yang dilengkapi fasilitas penampungan pendingin (cold storage), serta mengoptimalkan peran koperasi nelayan dalam pengelolaannya.

Peningkatan tersebut bakal menyasar kawasan Sentra Perikanan Palipi yang dinilai memiliki potensi besar jika didukung fasilitas pendingin memadai.

Sentra pengelolaan ikan daerah diharap mampu menarik minat investor dan pengusaha untuk berinvestasi di Sulbar, sehingga menyerap banyak tenaga kerja lokal. Apalagi saat ini komoditas yang mendominasi di pasaran masih terbatas pada ikan asin dan ikan tawar.

Selain untuk mengamankan pendapatan daerah, komoditas ikan juga menjadi salah satu penyumbang angka inflasi di Sulawesi Barat yang memerlukan perhatian serius. (min)