Menteri UMKM, Maman Abdurrahman.
Keterlibatan UMKM di Program BGN Masih Perlu Ditingkatkan
MARAYA.NEWS,- Pemerintah mengakui belum maksimalnya eksistensi pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menelan banyak anggaran negara.
Menurut Menteri Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), Maman Abdurrahman ada beberapa alasan belum maksimalnya keterlibatan UMKM dalam rantai pasok MBG. Salah satunya karena Badan Gizi Nasional (BGN) kini fokus pembenahan sistem serta mekanisme internal menyusul persoalan hukum di lembaga ini.
"Prioritas BGN adalah merapikan sistem mekanisme di internal terlebih dahulu. Baru nanti selanjutnya kami akan fokus mendorong ke rantai pasok pelibatan ekosistem UMKM," terang Maman dalam jumpa pers di Jakarta, Kamis. Ditegaskan bahwa BGN dibawah kepemimpinan Sudaryono tengah memprioritaskan pembenahan.
Diketahui bahwa hasil survei Institute for Development of Economics and Finance (Indef) terhadap 1.806 responden UMKM pada Agustus 2026 yang menunjukkan baru 5 persen UMKM formal yang telah bermitra maupun menjajaki kerja sama dalam Program MBG.
Survei juga mengungkap bahwa 80 persen UMKM belum melihat adanya peluang usaha baru dari Program MBG, sementara 22 persen responden justru melaporkan penurunan kegiatan usaha.
Maman menegaskan bahwa keterlibatan UMKM dalam rantai pasok MBG tidak dapat disamaratakan dalam satu kategori, melainkan harus disesuaikan dengan kapasitas produksi dan kekuatan modal masing-masing klaster usaha. Bahwa pengelolaan dapur umum MBG rata-rata dipegang oleh klaster usaha menengah, karena membutuhkan modal serta kapasitas produksi yang besar.
Melalui kanal Antara, Maman juga mengurai bahwa untuk klaster usaha kecil mengambil peran di sektor hulu sebagai pemilik peternakan ayam, telur, hingga penyedia ikan. Adapun klaster usaha mikro dilibatkan sebagai pemasok bahan pangan harian seperti sayur-mayur dan bahan pokok eceran.
Maman mengklaim, berdasarkan data BGN per Juli 2026, UMKM yang telah masuk dan terhubung dalam ekosistem rantai pasok MBG tercatat sebanyak 63.189 unit usaha. Pemerintah kata dia, berkomitmen terus menambah jumlah partisipasi pelaku UMKM lokal seiring selesainya penataan sistem internal dan peluncuran mekanisme pendaftaran terpadu di BGN. (Ant/min)

Comments