Sekda Provinsi Sulawesi Barat, Junda Maulana.
Junda Maulana: Status Gizi Sulbar Masih Perlu Perhatian Serius
MARAYA.NEWS,- Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat mendorong pemanfaatan dan inovasi pangan fungsional berbasis potensi lokal sebagai salah satu upaya mempercepat penanganan stunting. Langkah ini dinilai penting mengingat angka stunting di Sulbar masih mencapai 35,4 persen.
"Status gizi kita di Sulbar masih perlu mendapat perhatian serius. Hal ini ditandai dengan masih tingginya angka stunting yang mencapai 35,4 persen," ungkap Sekprov Sulbar, Junda Maulana dalam diseminasi dan edukasi pangan fungsional hasil riset dan inovasi di Mamuju, pada Selasa (27/10/2026).
Kegiatan tersebut menjadi kesempatan penting untuk memperkuat pengetahuan masyarakat dalam mengolah sumber pangan lokal menjadi produk bergizi yang menarik dan mudah dikonsumsi, terutama oleh anak-anak. Sulbar memiliki potensi sumber pangan yang melimpah, baik dari sektor kelautan maupun pertanian. Hasil laut seperti ikan, serta berbagai jenis buah dan sayuran, dapat dioptimalkan sebagai bahan baku produk pangan bergizi bagi keluarga.
Karena itu, Junda Maulana meminta para peserta mengikuti kegiatan tersebut dengan baik dan mengambil pelajaran praktis mengenai teknik pengolahan pangan yang dapat diterapkan secara mandiri. “Sumber pangan itu ada di kita, baik dari laut dengan ikannya maupun dari darat dengan buah-buahan dan sayur-sayurannya. Tinggal bagaimana mengelolanya menjadi produk yang diminati masyarakat, utamanya anak-anak kita," terangnya.
Ia menekankan, edukasi pangan fungsional tidak cukup berhenti pada pengetahuan, tetapi perlu ditindaklanjuti dengan kemampuan masyarakat mengolah bahan pangan lokal menjadi makanan bergizi yang dapat dikonsumsi dalam kehidupan sehari-hari.
Selain inovasi pangan, Junda Maulana menegaskan bahwa penanganan stunting membutuhkan pendekatan yang menyeluruh dan keterlibatan berbagai pihak. Menurutnya, persoalan stunting tidak dapat diselesaikan hanya melalui satu sektor karena berkaitan dengan beragam faktor yang saling memengaruhi. (min)

Comments