Penandatanganan kerja sama program kelistrikan Sulbar di kantor gubernur.
CSR Perusahaan Diarahkan Membantu Program Kelistrikan Sulawesi Barat
MARAYA.NEWS,- Corporate Social Responsibility (CSR) pihak swasta akan mendanai pemasangan listrik gratis bagi kebutuhan listrik warga miskin di Provinsi Sulawesi Barat.
Pemanfaatan program tanggung jawab sosial perusahaan tersebut ditempuh di tengah keterbatasan anggaran daerah untuk menjangkau puluhan ribu rumah tangga yang belum menikmati aliran listrik.
Penandatanganan kesepakatan bersama antara Pemprov Sulbar dan sejumlah pelaku usaha terkait pelaksanaan program Pelita Sulbar (Pemberdayaan Listrik Terintegrasi untuk Sulawesi Barat), berlangsung di ruang kerja Gubernur Sulbar, Suhardi Duka, pada Jumat 30/10.
Kepala Dinas ESDM Sulbar, Bujaeramy Hassan mengatakan kemampuan anggaran pemerintah, baik melalui APBD maupun APBN, masih terbatas untuk memenuhi kebutuhan listrik masyarakat. "Jadi Sulbar itu saat ini masih defisit 36.000 KK kita yang belum berlistrik, kemampuan fiskal APBD maupun APBN sangat terbatas, jadi kita menempuh segala cara, salah satu di antaranya itu menarik sektor pertambangan untuk berkontribusi terhadap pemenuhan itu melalui CSR," terangnya.
Melalui program Pelita Sulbar, akan ada 21 rumah tangga sasaran yang akan mendapatkan bantuan pemasangan listrik tanpa biaya. "Jadi perusahaan nantinya akan memasangkan listrik pada rumah tangga sasaran yang belum punya listrik, itu tanpa biaya, jadi biaya ditanggung perusahaan," jelasnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Ketenagalistrikan ESDM Sulbar Qamaruddin Kamil mengatakan, kerja sama tersebut merupakan inisiatif pemerintah untuk melibatkan perusahaan dalam memperluas akses listrik bagi masyarakat.
Dia menyebut, rasio elektrifikasi Sulbar saat ini baru mencapai 91,02 persen. Artinya, masih ada sekitar 9 persen atau kurang lebih 36.000 KK yang belum menikmati listrik. "Sehingga muncullah inisiatif kita bisa membangun kerja sama dengan para pelaku usaha untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, utamanya listrik hemat dan murah," papar Qamaruddin.
Tahap awal, baru lima perusahaan yang terlibat dalam program Pelita Sulbar. Kelima perusahaan tersebut diharapkan menjadi contoh bagi pelaku usaha lain untuk ikut bergabung. (min)

Comments