DKP dan Bapenda Sulbar Bahas Potensi Pendapatan Daerah.
DKP dan Bapenda Sulbar Bahas Potensi Pendapatan Daerah
MARAYA.NEWS,- Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Sulawesi Barat menerima kunjungan kerja tim evaluasi dari Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Sulawesi Barat, pada Selasa (23/06/2026). Membahas hasil evaluasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) di sektor kelautan.
Pemprov berharap kedepan tidak hanya sekadar memungut retribusi, tetapi juga memastikan bahwa pengelolaan aset daerah, khususnya di pelabuhan perikanan, mampu menstimulasi ekonomi masyarakat pesisir secara luas dan berkelanjutan.
Olehnya, dalam evaluasi tersebut, pihak Bapenda menyoroti urgensi pembenahan infrastruktur sebagai kunci peningkatan PAD. Salah satu poin krusial adalah saran perbaikan fasilitas pengolahan air bersih dan air galon di Pelabuhan Perikanan Kasiwa, Mamuju.
"Optimalisasi fasilitas bukan sekadar pengeluaran, melainkan investasi. Ketika layanan air bersih di pelabuhan memadai, nelayan dan pelaku usaha akan lebih nyaman beroperasi. Hal ini secara otomatis akan meningkatkan kepatuhan dan volume transaksi retribusi," jelas perwakilan tim Bapenda.
Bapenda juga mendorong peninjauan kembali regulasi terkait retribusi parkir di Pelabuhan Perikanan Kasiwa. Langkah ini penting dilakukan agar kebijakan retribusi tetap relevan dengan dinamika lapangan, kompetitif bagi pengguna, namun tetap memiliki landasan hukum yang kuat dan akuntabel.
Kepala DKP Sulawesi Barat, Safaruddin, S.DM., menyatakan kesiapannya untuk segera melakukan langkah-langkah konkret. Menurutnya, pembenahan ini adalah bagian dari upaya memberikan pelayanan prima kepada masyarakat. "Kami berkomitmen untuk menindaklanjuti seluruh saran dari Bapenda. Optimalisasi fasilitas di Pelabuhan Kasiwa akan segera menjadi prioritas kami," terangnya.
Safaruddin menekankan, peningkatan pelayanan yang maksimal tidak hanya berdampak pada tertibnya retribusi, tetapi juga akan memberikan dampak positif bagi para pelaku usaha perikanan di wilayah Sulawesi Barat. “Dengan fasilitas yang baik, operasional nelayan menjadi lebih efisien, dan pada akhirnya, ekonomi daerah kita akan semakin tangguh," pungkasnya. (min)

Comments