Image

Sekda Junda Maulana usai meninjau 34 UMKM di Mandarpreneur Syariah.

Produk UMKM Lokal Harus Masuk Minimarket

MARAYA.NEWS,- Penguatan usaha kecil rakyat atau UMKM tidak cukup hanya melalui bantuan permodalan. Peningkatan kapasitas pelaku usaha, akses pembiayaan, dan pembukaan pasar harus berjalan beriringan agar UMKM mampu naik kelas.

Karena itu, Pemprov Sulawesi Barat mendorong minimarket dan pasar modern menyediakan ruang khusus bagi produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) binaan Bank Indonesia (BI) yang dinilai telah memenuhi standar untuk dipasarkan di ritel modern. 
PanduanKota & Daerah

Begitu harapan Sekda Sulbar, Junda Maulana usai meninjau 34 UMKM binaan BI yang mengikuti Mandarpreneur Syariah (Madrasah) Fair Sulawesi Barat 2026 di Atrium Maleo Town Square (Matos), Mamuju, pada Kamis 25 Juni.

Sebanyak 34 UMKM tersebut terdiri atas 20 pelaku usaha makanan dan minuman olahan, 10 UMKM makanan basah, serta empat UMKM kerajinan tangan. Menurut Junda, berbagai produk yang dipamerkan memiliki kualitas baik dan layak dipasarkan di minimarket maupun pasar modern. "Banyak yang sebenarnya sudah layak masuk minimarket maupun pasar modern yang ada di Sulawesi Barat," kata Junda. 

Sekprov mengusulkan agar pemerintah bersama pengelola ritel modern mendorong penyediaan ruang khusus bagi produk-produk lokal yang telah memenuhi standar. "Tidak perlu besar, cukup satu sudut khusus untuk menampilkan produk-produk unggulan daerah. Dengan begitu, masyarakat akan lebih mudah menemukan dan membeli produk UMKM Sulbar," ujarnya. (min)